SuaraSoreang.id – Fakta dan konspirasi HAARP. Benarkah sebabkan gempa di Turki?
HAARP banyak dipercaya sebagai senjata rahasia yang bisa memodifikasi cuaca dan bisa memicu gempa.
Banyak orang yang percaya isu-isu perubahan iklim itu disebabkan oleh HAARP. Bahkan Hugo Chaves, Presiden Venezuela menuduh HAARP sebagai pemicu gempa di Haiti tahun 2010.
Namun tuduhan-tuduhan itu tidak memiliki bukti saintifiknya.
Pada website resmi University of Alaska Fair Banks dijelaskan bahwa HAARP adalah singkatan dari High-frequency Active Auroral Research Program. Ini adalah program penelitian yang fokus meneliti ionosfer.
Program penelitian ini awalnya memang diinisiasi oleh militer Amerika Serikat untuk meneliti lapisan ionosfer sebagai tempat memantulnya gelombang radio.
Tapi di tahun 2014 program ini dihentikan lalu dilanjutkan oleh University of Alaska Fair Banks.
Menurut BMKG proses terjadinya hujan dan perubahan cuaca itu ada di lapisan troposfer, jadi sangat tidak tepat jika HAARP disebut bisa memanipulasi cuaca.
Selain itu alat pemancar HAARP adalah instrumen yang berfungsi menembakan gelombang radio layaknya antena. Jadi sejauh ini dapat dibuktikan HAARP tidak akan berpengaruh pada cuaca.
Baca Juga: Simak! Ini 3 Kebiasaan yang Menyebabkan Jerawat Badan
Menurut situs resminya HAARP awalnya memang dikembangkan untuk militer, tapi bukan dipergunakan untuk senjata. Fungsi utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem navigasi dan komunikasi. (*Cepi Setiawan)
Sumber: Kanal Youtube Sepulang Sekolah
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gondol Rp322 Juta Lewat Pinjaman Fiktif, Eks Kolektor Koperasi di Pringsewu Tertangkap Jadi Satpam
-
Five Nights at Freddys 3 Mulai Digarap, Gandeng Penulis Film It Follows
-
4 Rekomendasi Exfoliating Cleanser Lokal untuk Wajah Bersih Maksimal
-
Diproduksi Lionsgate, Film Terbaru The Blair Witch Project Tayang pada 2027
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
5 Warna Cat Kamar Terbaik Menurut Psikologi, Bikin Pikiran Lebih Tenang
-
Cek Harga Lewat DM: Praktik Janggal yang Bikin Calon Pembeli Kabur
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung