SuaraSoreang.id - Earth Hour merupakan gerakan global yang diadakan setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran tentang penting nya melindungi bumi.
Gerakan ini merupakan pengingat untuk mengambil tindakan terhadap perubahan iklim yang terjadi. Earth Hour merupakan upaya pemadaman lampu selama satu jam.
Bukan hanya lampu, masyarakat diminta untuk mematikan perangkat elektronik yang tidak penting selama satu jam untuk menghemat energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca secara keseluruhan.
Inti dari Earth Hour ini merupakan acara global simbiosis yang menunjukan bahwa manusia dapat membuat perubahan dalam melawan perubahan iklim.
Sebanyak 192 negara berpartisipasi setiap tahunnya. Seluruh dunia akan mematikan lampu selama satu jam dimulai dari pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.
Berikut beberapa wilayah Indonesia yang melakukan gerakan Earth Hours: Jakarta, Depok, Palopo, Medan, Serang, Jayapura, Jember, Mataram, Aceh, Yogyakarta, Surabaya, Tangerang, Purwokerto, Bandung, Semarang, Batu, Bali, Makasar, Solo, Bandar Lampung, Balikpapan.
Dilansir dari akun instagram @ehindonesia, gerakan ini tidak hanya terfokus pada wilayah yang tertera.
Bagi wilayah yang tidak termasuk kedalam daftar maka bisa mendukung aksi tersebut dari rumah masing-masing dengan mematikan lampu dan juga alat elektronik selama satu jam.
Menurut WWF, menghentikan hilangnya alam yang tidak dapat diubah dan perubahan iklim akan tergantung pada 7 tahun dari sekarang.
Kita berada dalam periode waktu yang sangat krusial saat ini. Pada bulan Desember tahun lalu, Perjanjian Kunming-Montreal di COP15 membuat dunia berkomitmen untuk memerangi hilangnya keanekaragaman hayati pada tahun 2030.
Untuk melestarikan alam dan keanekaragaman hayati selama tujuh tahun ke depan, kita harus menjaga planet kita di bawah ambang batas iklim 1,5°C untuk menghindari kerusakan permanen.
Momen mematikan Earth Hour yang ikonis akan menampilkan bangunan terkenal dan rumah.
Selama kampanye 60 menit, individu didorong untuk 'mematikan' sebelum membantu menyelamatkan lingkungan. Dilansir, dari laman resmi WWF.
Earth Hour merupakan upaya penyelamatan untuk mengatasi isu-isu yang tengah terjadi, seperti perubahan iklim dan lapisan ozon yang kian menipis.
Cara ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran tentang isu lingkungan dan mendorong orang untuk mengambil tindakan untuk melindungi bumi. (*)
Sumber: Instagram/ Wwf_id dan ehindonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja