SUARA SOREANG - Polisi sedang menyelidiki kasus dugaan penipuan dalam jual beli iPhone yang melibatkan sepasang kembar bernama Rihana dan Rihani yang merugikan korban hingga mencapai Rp35 miliar.
Kejadian ini terbongkar ketika salah satu korban, yang diidentifikasi sebagai VF, mengungkapkan kerugian totalnya beserta beberapa reseller lain yang juga tertipu oleh sepasang kembar tersebut.
Dalam kasus ini, VF mengalami kerugian sebesar Rp 5,8 miliar.
Awalnya, VF membeli iPhone pada tahun 2021 dan tertarik menjadi reseller karena adanya promosi dan keaslian produk.
Ia membeli iPhone dari Rihana dan Rihani dengan sistem pre-order.
Selama beberapa waktu, transaksi berjalan lancar. Namun, pada November 2021, proses jual beli mulai mengalami masalah.
"Pesanan kami mulai bulan November 2021 sampai Maret 2022 dengan total keseluruhan mencapai Rp 5,8 miliar tidak kunjung dikirimkan sampai saat ini," ungkap VF dalam keterangan pada pewarta dikutip Rabu (7/6/2023).
"Begitu juga dengan korban lainnya, transaksi yang terjadi dalam kurun waktu antara Oktober 2021 sampai dengan Maret 2022, dengan taksiran total kerugian korban mencapai Rp 35 miliar," lanjutnya.
Disebutkan Pada bulan April 2022, Rihana dan Rihani mengumpulkan para reseller untuk membahas masalah tersebut dan menjanjikan pengembalian uang.
Baca Juga: Andre Taulany Ungkap Sosok Paling Kocak di The Prediksi, Jahil Banget!
Namun, hingga saat ini, uang tersebut belum dikembalikan.
Bahkan, pelaku malah mengancam akan melaporkan VF atas dugaan pencemaran nama baik karena memviralkan kasus penipuan ini.
"Terus bergulir tidak ada kepastian di hari H, terus berjanji sampai dengan surat ini dibuat pun mereka masih menjanjikan kami tanggal penyelesaian, yaitu di Kamis, 8 Juni 2023, dan setelah mereka mengembalikan dana mereka ancam kami dengan UU ITE karena telah memviralkan perkara ini," tambah VF.
Kasus ini sedang dalam proses penyidikan. Polisi telah memanggil Rihana dan Rihani untuk dimintai keterangan, namun keduanya tidak menghadiri panggilan polisi.
"Sudah tahap sidik, sudah dua kali panggilan saksi terlapor dan tidak memenuhi panggilan," ujar Wakil Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi, kepada pewarta.
Saat ini, keduanya sedang dalam daftar buruan polisi. Jika mereka ditemukan, polisi akan menjemput paksa keduanya untuk menjalani pemeriksaan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kejar Target Rp150 Triliun, Pemprov Banten 'Obral' Potensi Investasi di Lebak dan Pandeglang
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Biar Lebih Tenang, Ini Cara Pastikan Aplikasi yang Kamu Pakai Aman
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Paling Banyak Dipakai di CFD Jakarta, Nomor 3 Lagi Naik Daun
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Kasus Korupsi Jalan Mempawah Kian Memanas, KPK Panggil Kadis PUPR dan 5 ASN Sekaligus
-
Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga