/
Rabu, 16 Agustus 2023 | 10:20 WIB
Hate Speech atau Hate Message, ujaran kebencian atau pesan mengenai kebencian kepada seseorang. (Pixabay/Viarami) (Twitter Pixabay/Viarami)

Contoh tindakan hate speech meliputi penghinaan, penghasutan, pencemaran nama baik, dan penyebaran informasi palsu.

Motif di balik hate speech di media sosial bisa berasal dari individu yang tidak menerima perbedaan pendapat, memiliki ketidaksetujuan terhadap suatu hal, atau ingin memancing perdebatan di media sosial.

Faktor lingkungan teman dan komunitas juga dapat memengaruhi tindakan hate speech.

Apa dampaknya bagi korban dan pelaku hate speech?

Bagi korban, hate speech dapat menyebabkan frustasi, malu, dan kerusakan reputasi. Penelitian oleh Leets (2002) menunjukkan bahwa individu yang menjadi target hate speech dapat mengalami trauma emosional, frustasi, rasa takut, kemarahan, stres psikologis, dan bahkan depresi.

Penelitian lain oleh Robiatul Adawiyah & Munir (2021) menunjukkan bahwa dampak hate speech terhadap korban meliputi emosi negatif dan positif.

Namun, mayoritas korban mengalami emosi negatif, termasuk rasa marah, sedih, tertekan, malu, rendah diri, dan sakit hati.

Bagi pelaku hate speech, tindakan tersebut dapat berujung pada pelanggaran UU ITE atau tindakan pidana lainnya yang berakibat pada hukuman penjara dan sanksi sosial.

Karena itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki etika dalam dunia nyata maupun di media sosial. Gunakan bahasa yang sopan, verifikasi kebenaran berita sebelum membagikannya, dan hormati privasi orang lain.(*)

Baca Juga: Jungkook BTS Catat Sejarah Tangga Lagu Billboard dengan Peluncuran Solo Seven

Sumber: Twitter Pixabay/Viarami

Load More