Contoh tindakan hate speech meliputi penghinaan, penghasutan, pencemaran nama baik, dan penyebaran informasi palsu.
Motif di balik hate speech di media sosial bisa berasal dari individu yang tidak menerima perbedaan pendapat, memiliki ketidaksetujuan terhadap suatu hal, atau ingin memancing perdebatan di media sosial.
Faktor lingkungan teman dan komunitas juga dapat memengaruhi tindakan hate speech.
Apa dampaknya bagi korban dan pelaku hate speech?
Bagi korban, hate speech dapat menyebabkan frustasi, malu, dan kerusakan reputasi. Penelitian oleh Leets (2002) menunjukkan bahwa individu yang menjadi target hate speech dapat mengalami trauma emosional, frustasi, rasa takut, kemarahan, stres psikologis, dan bahkan depresi.
Penelitian lain oleh Robiatul Adawiyah & Munir (2021) menunjukkan bahwa dampak hate speech terhadap korban meliputi emosi negatif dan positif.
Namun, mayoritas korban mengalami emosi negatif, termasuk rasa marah, sedih, tertekan, malu, rendah diri, dan sakit hati.
Bagi pelaku hate speech, tindakan tersebut dapat berujung pada pelanggaran UU ITE atau tindakan pidana lainnya yang berakibat pada hukuman penjara dan sanksi sosial.
Karena itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki etika dalam dunia nyata maupun di media sosial. Gunakan bahasa yang sopan, verifikasi kebenaran berita sebelum membagikannya, dan hormati privasi orang lain.(*)
Baca Juga: Jungkook BTS Catat Sejarah Tangga Lagu Billboard dengan Peluncuran Solo Seven
Sumber: Twitter Pixabay/Viarami
Berita Terkait
-
Kesal Johnny G Plate Disebut Minta Duit Rp 250 Juta Untuk Perayaan Natal
-
Johnny G Plate Bantah Minta Uang Rp 250 juta ke Vendor BTS 4G untuk Natal
-
Saling Bantah di Persidangan, Eks Dirut Bakti Kominfo Ngaku Tak Berikan Uang ke Elvano Hatorangan
-
4 Girl Grup K-Pop yang Debut sejak 2011 dan Masih Bertahan hingga Kini
-
Pencinta K-Pop Merapat! Grup Baru 'FANTASY BOYS' akan Debut Bulan September
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Kindergarten for Divine Beasts Diadaptasi Jadi Anime Berbasis AI, Mei 2026
-
4 Sepatu Skechers yang Nyaman untuk Berdiri di KRL, Kaki Bebas Pegal-pegal
-
Review Film The Punisher: One Last Kill, Refleksi Siklus Kekerasan Modern!
-
Tahun Lalu, Ahmad Dhani Akui Nyaris Ceraikan Mulan Jameela
-
Sepatu Hoka Terbaru Seri Apa? Ini 5 Pilihan untuk Lari dan Lifestyle Lengkap Harganya
-
Canda Menteri Bahlil ke Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Nggak Viral, Nggak Top!
-
Ogah Terpeleset di Laga Terakhir, Julio Cesar Minta Pemain Persib Bandung Lakukan Ini
-
Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila
-
Pujian Berbisa Luis Enrique: Sebut Mikel Arteta Masterpiece Modern Jelang Final Liga Champions
-
Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara