SUARASOREANG - Sebuah video yang menampilkan seorang wanita yang sedang menggendong seorang anak sambil dibujuk oleh seorang satpam telah menjadi viral di media sosial.
Pada deskripsi video yang diunggah oleh pengguna akun zoelfick melalui Twitter, disebutkan bahwa ibu tersebut hampir saja membuang bayinya di Stasiun Pasar Minggu.
Dalam klip singkat yang diunggah, terdengar tangisan keras dari bayi tersebut. Seorang wanita yang diduga ibu dari bayi itu menunjukkan tanda-tanda ketidakpuasan dan ketegangan saat mencoba untuk dihibur oleh seorang satpam.
Sementara itu, satpam lainnya terlihat sedang menggendong bayi yang dibalut dengan kain berwarna pink. Ia mencoba menenangkan bayi dengan lembut menepuk punggungnya.
"Kenapa, Bu? Apakah ada masalah? Kita bisa bicara dengan baik-baik," kata satpam yang berusaha menenangkan ibu tersebut.
Saat itu, ibu tersebut berada di peron stasiun, dan muncul dugaan bahwa ia mungkin ingin meninggalkan bayi di rel kereta.
Namun, pertanyaan tersebut tampaknya tidak direspons, dan wanita itu tetap dalam keadaan tegang.
Beberapa penumpang di stasiun juga terlihat menonton insiden tersebut dan ada beberapa yang mencoba membantu menenangkan.
Dalam konteks ini, perlu diingat bahwa sindrom baby blues, yang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan, bisa memiliki dampak emosional yang kuat.
Dilansir dari Suara.com (5/9/2023) hal ini dapat menyebabkan ibu menjadi lebih sensitif dan emosional, dengan gejala seperti mudah marah, sering menangis, kehilangan nafsu makan, kesulitan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi.
Faktor-faktor penyebab baby blues syndrome sangat bervariasi, termasuk perubahan hormon, kesulitan beradaptasi, kurang tidur, riwayat masalah kesehatan mental, dan kurangnya dukungan dari orang-orang di sekitar ibu.
Meskipun gejalanya serupa, penting untuk membedakan baby blues syndrome dengan depresi pasca melahirkan.
Biasanya, baby blues syndrome akan mereda dalam dua minggu. Namun, jika gejalanya tidak membaik setelah dua minggu, ada kemungkinan ibu mengalami depresi pasca melahirkan yang lebih serius.
Jika ini terjadi, sangat penting bagi ibu untuk berkonsultasi dengan seorang dokter.
Kasus depresi pasca melahirkan yang parah dapat berkembang menjadi psikosis postpartum, yang bisa menyebabkan halusinasi dan delusi yang berbahaya bagi bayi dan ibu tersebut.
Oleh karena itu, kemungkinan kondisi yang dialami oleh ibu dalam video ini lebih berkaitan dengan depresi pasca melahirkan.
Namun, hanya seorang dokter yang dapat memastikannya setelah melakukan konsultasi.(*)
Sumber: Twitter dan Suara.com
Berita Terkait
-
5 Cara Tepat Mengatasi Baby Blues Pascamelahirkan, Pernah Mengalaminya?
-
4 Manfaat Penggunaan Masker Spirulina bagi Kesehatan dan Kecantikan Kulit
-
Jumantik Punya Peran Penting dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian DBD
-
Viral Wanita Nyaris Buang Anak ke Rel Kereta Diduga Baby Blues Syndrome, Apa Itu?
-
Apa Itu Penyakit Bulimia Nervosa yang Diderita oleh Lee Soo Hyun AKMU?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Tak Melulu Merek Luar, ini 6 Sepatu Lokal yang Gak Kalah Keren!
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi