Suara.com - Harga tiket Indonesia Open 2018 dipastikan lebih mahal dari harga tahun lalu. Konsep turnamen yang lebih meriah menjadi salah satu faktor tingginya harga tiket turnamen bulu tangkis terbesar di Indonesia tersebut.
"Harga tiket akan naik sedikit lah. Tapi nanti nuansanya akan sangat berbeda, kalau kemarin Indonesia master itu paket hemat, kalau ini nggak paket hemat lagi," ungkap Ketua Panitia Pelaksana Indonesia Open 2018, Achmad Budiharto di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2018).
Penjualan tiket Indonesia Open 2018 dibagi menjadi tiga kategori. Yaitu VIP, kelas 1 dan kelas 2.
Tiket harian kelas 2 akan dibandrol Rp30 ribu mulai tanggal 3-4 Juli 2018. Selanjutnya, harga tiket mulai berangsur naik.
Pada hari ketiga, atau Kamis (5/7/2018) harga tiket naik menjadi Rp60 ribu, Rp120 ribu pada tanggal 6 Juli, Rp175 ribu pada 7 dan 8 Juli.
Untuk tiket kelas 1, harga dipatok mulai Rp50 ribu dari tanggal 3-4 Juli 2018. Harga berangsur naik pada 5 Juli, menjadi Rp100 ribu, Rp200 ribu pada 6 Juli, dan Rp375 ribu pada 7-8 Juli 2018.
Khusus untuk VIP, harga tiket dipatok mulai Rp100 ribu dari tanggal 3-4 Juli. Berturut-turut pada 5-6 Juli, harga melonjak menjadi Rp200 ribu dan Rp350 ribu. Pada 7-8 Juli, tiket dipatok dengan harga Rp650 ribu.
Penonton juga bisa membeli tiket six day pass (terusan 6 hari), dengan harga Rp950 ribu untuk kelas 1 dan Rp1,7 juta untuk VIP. Untuk kelas 2, panitia tak menyediakan tiket terusan.
Berikut harga tiket Indonesa Open 2018:
Baca Juga: Cagub Gerindra - PKS Bawa Kaus Ganti Presiden, Debat Rusuh
Kelas 1:
Selasa dan Rabu, 3-4 Juli: Rp30 ribu
Kamis, 5 Juli: Rp60 ribu
Jum'at, 6 Juli: Rp120 ribu
Sabtu dan Minggu, 7-8 Juli: Rp175 ribu
Kelas 2:
Selasa dan Rabu, 3-4 Juli: Rp50 ribu
Kamis, 5 Juli: Rp100 ribu
Jum'at, 6 Juli: Rp200 ribu
Sabtu dan Minggu, 7-8 Juli: Rp375 ribu
VIP:
Selasa dan Rabu, 3-4 Juli: Rp100 ribu
Kamis, 5 Juli: Rp200 ribu
Jum'at, 6 Juli: Rp350 ribu
Sabtu dan Minggu, 7-8 Juli: Rp650 ribu
Tiket 6-day pass (terusan 6 hari):
Kelas 1: Rp950 ribu
VIP: Rp1,7 juta
Berita Terkait
-
Jelang All England 2026, Atlet Indonesia Fokus Aklimatisasi Cuaca dan Arena
-
Hadapi Ketatnya Persaingan BWF, PBSI Segarkan Struktur Pelatih Ganda Putra
-
Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Fokus dan Kendalikan Euforia, Putri KW Siap Hadapi All England
-
Gloria Emanuelle Widjaja Petik Pelajaran usai Terhenti di Semifinal German Open 2026
-
Terhenti di Semifinal German Open 2026, Tiwi/Fadia Siap Bangkit di All England
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora