- Guru Besar UGM, Zainal Arifin Mochtar, menyatakan bahwa hak hukum Mama Sinta atas film dokumenter harus dihormati semua pihak.
- Publik mempertanyakan perubahan sikap Mama Sinta yang kini melaporkan pembuat film dokumenter Pesta Babi ke pihak kepolisian.
- Uceng menekankan potensi adanya intervensi pihak luar yang mendasari langkah hukum Mama Sinta di Yogyakarta pada Sabtu lalu.
Suara.com - Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, menilai keputusan Mama Sinta melaporkan pihak-pihak yang terlibat dalam publikasi film dokumenter Pesta Babi harus dihormati sebagai hak setiap warga negara.
Menurutnya, siapapun tidak boleh mempersoalkan langkah hukum yang ditempuh Mama Sinta. Meski kasus tersebut memunculkan perdebatan di ruang publik.
Uceng sapaan akrabnya mengatakan, hak pribadi Mama Sinta untuk menentukan sikap atas penggunaan dirinya dalam film dokumenter tersebut perlu dihormati oleh semua pihak, termasuk pembuat film.
"Saya kira siapapun harus dihormati ya. Jadi dia punya keinginan, dia punya hak yang harus dihormati siapapun termasuk menurut saya oleh Mas Dandhy Cs yang kemudian membuat film itu," kata Uceng ditemui di sela-sela forum Konferensi Republik di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta, Sabtu (30/5/2026).
Kendati demikian, Uceng melihat terdapat sejumlah pertanyaan yang muncul di balik keputusan Mama Sinta melapor ke polisi.
Salah satunya terkait perubahan sikap yang ditunjukkan Mama Sinta dibandingkan dengan berbagai kesempatan sebelumnya yang beredar di publik.
"Satu, mungkin menarik untuk berpikir kenapa terjadi perubahan dari Mama Sinta itu karena di berbagai kesempatan lainnya kelihatannya beliau sangat menggebu-gebu ya," ujarnya.
Menurut dosen di Fakultas Hukum UGM ini, sejumlah kegiatan yang sempat beredar di media sosial menunjukkan Mama Sinta sebelumnya tampak vokal dan bersemangat menyuarakan berbagai persoalan.
Oleh sebab itu, perubahan sikap yang terjadi saat ini menjadi hal yang wajar untuk dipertanyakan oleh publik.
Baca Juga: Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
Selain itu, Uceng menilai publik belum pula mengetahui secara utuh kondisi yang dihadapi Mama Sinta hingga akhirnya mengambil langkah hukum.
Ia mengingatkan bahwa berbagai kemungkinan dapat saja terjadi. Termasuk dalam hal ini adanya pengaruh dari pihak-pihak tertentu.
"Yang kedua kita juga tidak tahu apa yang terjadi pada beliau ya, karena sangat mungkin biasanya negara apalagi aparat itu bekerja untuk mencoba mempengaruhi dan lain-lain sebagainya lah gitu ya," tuturnya.
Meski mengemukakan sejumlah pertanyaan tersebut, disampaikan Uceng bahwa hak Mama Sinta tetap harus menjadi pertimbangan utama.
Ia meminta publik tidak merespons laporan tersebut dengan kemarahan ataupun serangan terhadap pihak yang melapor.
"Nah kita enggak tahu, makanya tapi secara hak saya kira kita semua paham bahwa itu adalah haknya beliau dan siapapun enggak boleh marah dengan hak itu," tegasnya.
Berita Terkait
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta
-
Agenda Keliling Indonesia Jokowi, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme
-
Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus
-
Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli
-
Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi
-
Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu