Suara.com - Ditengah kesibukannya dalam Road Show Asian Games 2018, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyempatkan diri mengunjungi mantan atlet berprestasi paralimpian (sebutan bagi atlet difabel—red) Indonesia, Soeharto (68), di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (24/7/2018).
Sosok Soeharto, yang menjadi atlet paralimpian Indonesia dari tahun 1970-an sampai 1980-an, viral setelah diketahui merawat sendirian luka istrinya yang sampai berbelatung, ditengah keterpurukan kondisi ekonominya.
Sebelumnya, Soeharto sempat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya dengan bekerja sebagai pijat tuna netra. Belakangan ini dia tidak lagi berpraktek karena keadaan istrinya yang semakin memburuk.
Baca Juga: Kantongi 4 Medali di AJC 2018, Susy: Sudah Melebihi Target
Istri Soeharto saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit Dr Suwandi, Surabaya, dengan bantuan pengobatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Menpora terlihat santai saat tiba di kediaman Soeharto dengan mengenakan sandal dan jaket bertuliskan Asian Games 2018.
Dia sengaja bertemu dengan Soeharto dalam rangka silahturahmi dengan mantan atlet paralimpian lempar lembing era 1970-an tersebut.
Tak lupa, politikus PKB ini membawa buah tangan berupa buah-buahan. Dia juga menyuapi irisan buah semangka kepada Soeharto sembari bersenda gurau.
"Monggo (silakan—red) Pak mumpung saya di sini, ada pesan apa tidak kepada Presiden Jokowi?" tanya Menpora.
Baca Juga: CdM Indonesia Harapkan Asian Games 2018 'Membumi'
Mendapat pertanyaan tersebut, Soeharto pun berharap ke depannya pemerintah bisa memperhatikan kehidupan para mantan atlet.
"Ya saya titip salam saja untuk para pensiunan atlet ini diberi kelayakan Pak, untuk yang kurang mampu ini," celoteh lelaki asal Probolinggo, Jawa Timur.
Pada kesempatan itu, Menpora juga memberikan jaket bertuliskan Asian Games 2018 yang dikenakannya kepada Soeharto.
"Ini saya kasih jaket Pak. Maaf kalau bekas saya, karena saya sedang engga bawa jaket (yang baru)," ucapnya sambil mengenakan jaket miliknya kepada Soeharto.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Keluhan Rossi, Yamaha Bentuk Tim Penguji di Eropa
Tag
Berita Terkait
-
Teror Air Keras Menjamur, Abdullah PKB Desak Pemerintah Tertibkan Peredaran Bahan Berbahaya
-
Ikuti Kejuaraan Asia, Tim Panjat Tebing Indonesia Terbang ke China
-
Misi Rebut Tiket Asian Games 2026, Tim Panjat Tebing Indonesia Berangkat ke China
-
Tim Panjat Tebing Indonesia Kirim 9 Atlet Speed ke Kejuaraan Asia 2026, Bidik Tiket Asian Games
-
Menggugat Narasi Tunggal Orde Baru dalam Menolak Sejarah Penguasa
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Daftar Wakil Indonesia di Badminton Asia Championships 2026, Ada Dua Debutan
-
Jannah Fokus Tampil Maksimal Demi Tiket Asian Games 2026
-
Bintang RANS Simba Bogor Resmi Sandang Pangkat Letda TNI AD
-
Ikuti Kejuaraan Asia, Tim Panjat Tebing Indonesia Terbang ke China
-
IBL 2026: DJ Cooper Ungkap Cara Dewa United Beri Kekalahan Perdana untuk Pelita Jaya
-
Misi Rebut Tiket Asian Games 2026, Tim Panjat Tebing Indonesia Berangkat ke China
-
Final Four Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Tumbangkan Jakarta Electric PLN 3-0
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Ikuti Jejak Bhayangkara, Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama
-
Kalahkan Pasific Caesar Surabaya, Pelatih Kesatria Bengawan Solo Puji Performa Pemain
-
Satria Muda Kalah dari RANS Simba, Djordje Jovicic Ungkap Penyebabnya