Sport / Arena
Jum'at, 03 April 2026 | 07:24 WIB
Atlet panjat tebing putra Indonesia Veddriq Leonardo (kanan) beradu cepat dengan atlet China Wu Peng pada final nomor speed putra Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget Climbing Venue, Paris, Prancis, Kamis (8/8/2024). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/sgd/rwa]
Baca 10 detik
  • Sembilan atlet panjat tebing Indonesia akan berlaga di World Climbing Asia Championship Meisan, China, pada 9 April 2026.
  • Kejuaraan ini menjadi ajang kualifikasi krusial bagi atlet untuk mengamankan tiket menuju Asian Games 2026 di Jepang.
  • Atlet ditargetkan menembus peringkat delapan besar agar dapat memenuhi syarat kelolosan menuju ajang Asian Games 2026 mendatang.

Suara.com - Pelatih panjat tebing nomor speed Indonesia, Galar Pandu Asmoro, mengungkapkan sebanyak sembilan atlet akan mewakili Indonesia pada World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China.

Ajang ini menjadi salah satu kualifikasi menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya yang akan digelar di Jepang.

Galar menjelaskan komposisi tim terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri, dengan perpaduan antara atlet senior dan junior.

"Jadi komposisinya ada atlet yang senior dan ada juga sebagian junior untuk masing-masing sektor," kata Galar saat diwawancarai di pelatnas Bekasi, Kamis (2/4/2026).

Untuk sektor putra, Indonesia diperkuat Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, serta Aditya Tri Syahria.

Sementara di sektor putri, tim diisi oleh Rajiah Sallsabillah, Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, dan Berthdigna Devi Surya Kusuma.

Galar menargetkan minimal dua atlet dari masing-masing sektor mampu mengamankan tiket ke Asian Games, dengan syarat menembus delapan besar.

"Untuk bisa lolos, minimal bisa masuk delapan besar, baik untuk sektor putra maupun putri," ujarnya.

Ia menambahkan peluang terbuka cukup lebar, meskipun terdapat aturan pembatasan maksimal dua atlet per negara yang bisa lolos ke Asian Games.

Baca Juga: Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet

Saat ini, para atlet memasuki fase tapering atau pengurangan intensitas latihan guna menjaga kondisi fisik menjelang pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 April 2026.

Tim dijadwalkan bertolak ke China pada Minggu (5/4/2026) malam. Setibanya di lokasi, atlet akan menjalani pemulihan, adaptasi kondisi, hingga latihan ringan sebelum bertanding.

"Tanggal 6 kami istirahat setelah melalui perjalanan panjang, kemudian besoknya (tanggal 7) mulai latihan ke gymnasium, lalu tanggal 8 conditioning fisik, dan keesokan harinya baru berlomba," kata Galar.

Sebelumnya, Indonesia sempat mendaftarkan 10 atlet untuk nomor speed, namun Amanda Narda Mutia batal berangkat akibat cedera.

Selain nomor speed, Federasi Panjat Tebing Indonesia juga akan mengirim tujuh atlet untuk nomor lead dan boulder, sehingga total kontingen yang diberangkatkan mencapai 16 atlet.

(Antara)

Load More