2. Bhutan Menjalani Debut di Asian Para Games
Asian Para Games 2018 menjadi saksi sejarah untuk pertama kalinya Buthan mengikuti pesta olahraga difabel Asia.
Setelah absen di dua perhelatan terakhir, negara Asia Selatan itu akhirnya bisa menjalani debut.
Buthan datang ke Jakarta dengan kontingen minimalis. Mereka hanya membawa dua atlet yaitu Pema Regisel dan Kinley Dem.
Pema Regisel turun di cabang olahraga panahan nomo 70 meter kursi roda. Sementara Kinley Dem berpartisipasi di cabang olahraga menembak nomo 10 meter kursi roda.
Namun, kiprah Bhutan di Asian Para Games 2018 kurang memuaskan. Mereka menjadi satu dari beberapa negara yang gagal meraih medali.
3. Pertama Kalinya Laos dan Timor Leste Raih Medali
Asian Para Games 2018 menjadi perhelatan spesial bagi beberapa negara peserta. Bagi Laos dan Timor Leste, mereka berhasil mengukir sejarah.
Asian Para Games 2018 menjadi saksi, untuk kali pertama, kontingen Laos dan Timor Leste meraih medali di pesta olahraga difabel terbesar Asia.
Baca Juga: Asian Para Games 2018: 7 Rekor Ini Dicetak Kontingen Indonesia
Hebatnya, pecah telur yang dilakukan kedua negara langsung berbuah medali emas. Timor Leste meraih dua emas dan satu perunggu, sedangkan Laos meraih satu medali emas.
Timor Leste meraih dua medali emas dari cabang olahraga atletik, semetara medali perunggu diraih melalui cabor tenis meja.
Sementara Laos berhasil meraih satu-satunya medali emas melalui cabang olahraga para-powelifting nomor 49 kg putra atas nama Pia Laophakdee.
4. Medali Emas Pertama Bagi Filipina dan Kuwait
Tuah Asian Para Games 2018 juga menghampiri Filipina dan Kuwait. Kedua negara untuk pertama kalinya berhasil meraih medali emas di pesta olahraga difabel Asia ke-III ini.
Filipina yang membawa 57 atlet untuk mengikuti 10 nomor pertandingan sukses mengumpulkan 29 medali dengan rincian 10 medali emas, 8 perak, dan 11 perunggu.
Pencapaian Filipina terbilang menanjak drastis, dari raihan nol emas di dua perhelatan terakhir menjadi 10 emas di Asian Para Games 2018.
Sementara Kuwait sukses meraih delapan medali dengan rincian 1 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. 1 medali emas diraih dari cabang olahraga atletik nomo 100 meter putra klasifikasi T33 atas nama Ahmad Almutari.
5. Pertama Kalinya Korea Selatan dan Utara Bersatu di Asian Para Games
Asian Para Games 2018 menjadi saksi bersatunya dua negara Korea. Kedua negara membela satu bendera di dua cabang olahraga.
Ini menjadi kali ketiga kedua Korea bersatu di pentas olahraga Internasional. Sebelumnya, dua negara menjunjung satu bendera di pentas olahraga Internasional yakni Olimpiade Musim Dingin 2018 PyeongChang, dan Asian Games 2018.
Namun, Asian Para Games 2018 menjadi kali pertama Korea Selatan dan Korea Utara menunjung satu bendera di pesta olahraga difabel Asia.
Korea Bersatu berhasil meraih dua medali di Asian Para Games 2018. Mereka mendapatkannya dari cabang olahraga tenis meja dan para-renang.
Medali perak diraih Kim Yong ROk/Park Hong Kyu yang turun di nomor ganda putra klasifikasi TT 6-7. Sementara medali perunggu diraih tim renang yang diisi Kim Sae Hun, Kwon Hyun, Kwon Yonghwa, dan Lee Donggu, yang turun di nomor estafet 4x100 gaya bebas putra 34 poin.
6. Joko Widodo Kepala Negara pertama yang Secara Aktif Berperan di Upacara Pembukaan
Upacara Pembukaan perhelatan olahraga besar seperti Asian Para Games biasanya dihadiri langsung oleh kepala negara penyelenggara untuk menyampaikan pidato sambutan.
Namun, khusus Asian Para Games 2018, kepala negara Indonesia, Presiden Joko Widodo tak hanya hadir dan berpidato. Dirinya terlibat aktif dan punya andil dalam pergelaran yang disuguhkan.
Aksi memanah yang dilakukan Presiden Joko Widodo sukses membuatnya sebagai kepala negara pertama yang memiliki peran aktif saat menghadiri Upacara Pembukaan Asian Para Games.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Aidan Heslop dan Jonathan Paredes Tampil Spektakuler di Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026
-
Alwi Farhan Singkirkan Unggulan Pertama, Lolos ke Perempat Final Singapore Open 2026
-
Marc Marquez Sebut Cedera Saraf Lebih Mengerikan dari Patah Tulang
-
Marco Bezzecchi: Mimpi Bagi Semua Pembalap Bisa Menang di Muggello
-
Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di MotoGP Italia 2026
-
Marc Marquez Fokus Cari Kenyamanan saat Comeback di MotoGP Italia 2026
-
Hasil Singapore Open 2026: Kalahkan Wakil Denmark, Fajar/Fikri Lolos ke Perempatfinal
-
Hilang Fokus, Sabar/Reza Tersingkir di Babak 16 Besar Singapore Open 2026
-
Marc Marquez Siap Comeback di MotoGP Italia 2026
-
Fajar/Fikri Bangkit dari Tekanan untuk Lolos ke 16 Besar Singapore Open 2026