Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti mengungkapkan target tim beregu campuran Indonesia di Kejuaraan Dunia Junior 2018 adalah minimal menembus babak semifinal.
Jika melihat peta persaingan, target tersebut dinilai Susy cukup realistis. Namun, sebagai unggulan kedua, dirinya berharap para Arjuna dan Srikandi mampu bersaing memperebutkan gelar juara.
"Beregu target yang diharapkan bisa masuk semifinal. Indonesia saat ini jadi unggulan dua. Mudah-mudahan kita bisa sampai sesuai dengan seeded, ke final. Tapi tetap fokus satu per satu dulu,” kata Susy Susanti dilansir dari laman resmi PBSI, Senin (5/11/2018).
Untuk diketahui, Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis 2018 mempertandingkan dua nomor yakni individu dan beregu campuran. Khusus beregu campuran, pertandingan dimulai sejak babak penyisihan grup.
Indonesia sendiri tergabung di Grup H bersama Inggris, Meksiko, Makau dan Austria. Melihat peta persaingan Grup, Susy yang selaku manajer tim mengaku yakin Indonesia bisa lolos sebagai tim terbaik.
"Untuk di grup sendiri kami optimis jadi juara. Kalau melihat kekuatan rasanya Indonesia masih di atas. Kami unggul di ganda putra, ganda putri dan ganda campuran," ujar Susy Susanti.
"Tunggal putra juga cukup kuat. Mungkin tunggal putrinya yang sedikit di bawah. Berbeda dengan tahun lalu, yang tunggal putrinya menjadi kartu as kami," tukasnya.
Pertandingan beregu Kejuaraan Dunia Junior Bulutangkis atau BWF World Junior Championships 2018 akan berlangsung pada 5-10 November 2018 di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada.
Baca Juga: AC Milan Taklukkan Udinese Berkat Gol Tunggal Romagnoli
Berita Terkait
-
BNI-PBSI Perkuat Langkah Atlet Indonesia di BAC 2026
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Satria Muda Cuci Gudang! Dua Pemain Asing Didepak di Tengah Musim
-
Hapus VIP, Harga Tiket Indonesia Open 2026 Diklaim Merakyat, Termurah Rp40 Ribu
-
Bidik Predikat Terbaik Dunia, Indonesia Open 2026 Gabungkan Kecanggihan Teknologi dan Sport
-
Gerry Salim Harumkan Nama Indonesia, Raih Podium Kedua di ARRC Sepang 2026
-
Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing
-
Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat