- PP PBSI menyambut positif rencana penerapan skema anggaran multiyears untuk meningkatkan kepastian pembinaan atlet pelatnas bulu tangkis Indonesia.
- Skema pendanaan jangka panjang memungkinkan pengembangan program sport science serta aspek medis yang lebih komprehensif dan terukur.
- Sistem ini bertujuan mempermudah proses regenerasi pemain dari level junior hingga senior guna menjaga prestasi di tingkat dunia.
Suara.com - PP PBSI menyambut positif rencana penerapan skema anggaran jangka panjang atau multiyears untuk program pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis yang dapat memberikan kepastian pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Skema pendanaan jangka panjang tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi prestasi bulu tangkis Indonesia agar tetap kompetitif di level dunia dalam jangka waktu yang konsisten.
Kepastian Pembinaan Jangka Panjang
Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menilai sistem anggaran multiyears akan memberikan stabilitas dalam perencanaan program tanpa terhambat siklus tahunan.
“Selama ini, PBSI telah menjalankan sistem pelatnas sepanjang tahun secara konsisten, di mana komitmen tersebut telah melahirkan berbagai prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” ujar Ricky dikutip dari Antara.
Ia menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang dan berkesinambungan untuk membentuk mental juara.
Sport Science dan Kesehatan Jadi Fokus Utama
Senada dengan itu, Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menilai skema multiyears akan membuka ruang lebih luas untuk pengembangan program berbasis ilmu pengetahuan olahraga.
Baca Juga: Cerita An Se-young Akrab dengan Megawati Hangestri, Persahabatan Lintas Cabor
“Dukungan multiyears akan memungkinkan kami merancang program pembinaan secara lebih komprehensif dan terukur,” kata Eng Hian.
Menurutnya, penerapan sport science serta penguatan aspek medis dan pencegahan cedera menjadi kunci untuk menjaga performa atlet di level tertinggi lebih lama.
Regenerasi Atlet Lebih Terarah
Dengan kepastian anggaran, PBSI juga dapat menyusun siklus pembinaan yang lebih rapi dari level junior hingga senior tanpa hambatan program jangka pendek.
Eng Hian menambahkan bahwa sistem ini akan membantu mempercepat proses regenerasi pemain sekaligus menjaga kualitas pembinaan nasional tetap stabil.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, Indonesia diharapkan tetap mampu menjaga tradisi prestasi di ajang besar seperti Olimpiade dan kejuaraan dunia.
Berita Terkait
-
Insiden Terpeleset di Sydney Berbuntut Panjang, Tim Fisio Ungkap Kondisi Anthony Ginting
-
Kondisi Kesehatan, PBSI Tarik Anthony Ginting dan Ubed dari Macau Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
-
Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026, Sabar/Reza hingga Ginting Siap Bertanding
-
Gagal Total di Indonesia Open 2026, PBSI Tarik Fajar/Fikri dari Australia Open
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026