Sport / Raket
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:32 WIB
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat (dok. PBSI)
Baca 10 detik
  • PBSI resmi menduetkan Muhammad Rian Ardianto dengan Daniel Edgar Marvino untuk menghadapi turnamen internasional mendatang.
  • Pasangan baru ini dijadwalkan akan menjalani debut perdana mereka pada ajang Taipei Open 2026 akhir Juli nanti.
  • Perombakan dilakukan sebagai strategi regenerasi PBSI untuk mematangkan pemain muda melalui bimbingan serta pengalaman atlet senior.

Suara.com - Sektor ganda putra Indonesia kembali mengalami perombakan. PBSI resmi menduetkan Muhammad Rian Ardianto dengan pemain muda potensial, Daniel Edgar Marvino, untuk menghadapi sejumlah turnamen internasional mendatang.

Pasangan baru ini dijadwalkan menjalani debut pada ajang Taipei Open 2026, turnamen BWF Super 300 yang berlangsung pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang.

Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menjelaskan bahwa pemilihan Daniel Edgar sebagai tandem baru Rian didasarkan pada potensi besar yang dimiliki pemain muda tersebut.

"Saya melihat potensi yang bagus dari Daniel Edgar, tetapi dia masih perlu mentor dan bimbingan di lapangan untuk meningkatkan kemampuannya," ujar Antonius Budi Ariantho dikutip dari keterangan tertulis PBSI.

Ganda putra Indonesia Muh. Putra Erwiansyah/Daniel Edgar Marvino saat di podium Indonesia International Challenge 2025 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (16/11/2025).

Kehadiran Rian diharapkan mampu menjadi sosok pembimbing bagi Daniel dalam menghadapi tekanan persaingan di level internasional.

Pengalaman dan jam terbang yang dimiliki Rian dinilai sangat berharga untuk mempercepat perkembangan sang junior.

"Dengan pengalaman, jam terbang, dan skill yang dimiliki Rian, saya harap dia bisa membimbing Daniel Edgar untuk naik ke level yang lebih tinggi. Daniel juga diharapkan bisa belajar banyak dari Rian," lanjut Antonius.

Evaluasi Pasangan Lama Jadi Dasar Perombakan

Keputusan tim pelatih Pelatnas Cipayung ini tidak lepas dari hasil evaluasi terhadap pasangan sebelumnya.

Baca Juga: Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026, Sabar/Reza hingga Ginting Siap Bertanding

Rian yang sebelumnya berduet dengan Rahmat Hidayat dinilai belum mampu menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa turnamen terakhir.

Hal serupa juga terjadi pada pasangan Daniel Edgar Marvino dan Taufik Aderya yang performanya dianggap belum sesuai harapan.

"Di awal-awal berpasangan, Rian/Rahmat cukup menjanjikan. Namun, dalam beberapa turnamen terakhir hasilnya kurang baik, sehingga saya mencoba opsi lain," jelas Antonius.

Perombakan ini menjadi bagian dari strategi regenerasi PBSI untuk mempercepat proses pematangan pemain muda melalui kombinasi pasangan senior dan junior.

Misi Regenerasi dan Target Jangka Panjang

Menurut Antonius, duet Rian dan Daniel tidak hanya dibentuk untuk meraih hasil dalam jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari program pengembangan atlet muda menuju level elite dunia.

"Kombinasi senior dan junior ini memang bertujuan mematangkan pemain muda agar siap melangkah ke level yang lebih tinggi. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka juga bisa langsung bersaing di level atas," tuturnya.

Taipei Open 2026 akan menjadi ujian pertama bagi pasangan Rian/Daniel untuk menunjukkan kekompakan dan chemistry mereka di lapangan.

Tim pelatih akan memantau perkembangan duet baru ini secara intensif sebagai bagian dari skema regenerasi jangka panjang sektor ganda putra Indonesia yang selama ini menjadi salah satu andalan peraih gelar di berbagai turnamen internasional.

Load More