- PBSI resmi menduetkan Muhammad Rian Ardianto dengan Daniel Edgar Marvino untuk menghadapi turnamen internasional mendatang.
- Pasangan baru ini dijadwalkan akan menjalani debut perdana mereka pada ajang Taipei Open 2026 akhir Juli nanti.
- Perombakan dilakukan sebagai strategi regenerasi PBSI untuk mematangkan pemain muda melalui bimbingan serta pengalaman atlet senior.
Suara.com - Sektor ganda putra Indonesia kembali mengalami perombakan. PBSI resmi menduetkan Muhammad Rian Ardianto dengan pemain muda potensial, Daniel Edgar Marvino, untuk menghadapi sejumlah turnamen internasional mendatang.
Pasangan baru ini dijadwalkan menjalani debut pada ajang Taipei Open 2026, turnamen BWF Super 300 yang berlangsung pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang.
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menjelaskan bahwa pemilihan Daniel Edgar sebagai tandem baru Rian didasarkan pada potensi besar yang dimiliki pemain muda tersebut.
"Saya melihat potensi yang bagus dari Daniel Edgar, tetapi dia masih perlu mentor dan bimbingan di lapangan untuk meningkatkan kemampuannya," ujar Antonius Budi Ariantho dikutip dari keterangan tertulis PBSI.
Kehadiran Rian diharapkan mampu menjadi sosok pembimbing bagi Daniel dalam menghadapi tekanan persaingan di level internasional.
Pengalaman dan jam terbang yang dimiliki Rian dinilai sangat berharga untuk mempercepat perkembangan sang junior.
"Dengan pengalaman, jam terbang, dan skill yang dimiliki Rian, saya harap dia bisa membimbing Daniel Edgar untuk naik ke level yang lebih tinggi. Daniel juga diharapkan bisa belajar banyak dari Rian," lanjut Antonius.
Evaluasi Pasangan Lama Jadi Dasar Perombakan
Keputusan tim pelatih Pelatnas Cipayung ini tidak lepas dari hasil evaluasi terhadap pasangan sebelumnya.
Baca Juga: Daftar Wakil Indonesia di Australian Open 2026, Sabar/Reza hingga Ginting Siap Bertanding
Rian yang sebelumnya berduet dengan Rahmat Hidayat dinilai belum mampu menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa turnamen terakhir.
Hal serupa juga terjadi pada pasangan Daniel Edgar Marvino dan Taufik Aderya yang performanya dianggap belum sesuai harapan.
"Di awal-awal berpasangan, Rian/Rahmat cukup menjanjikan. Namun, dalam beberapa turnamen terakhir hasilnya kurang baik, sehingga saya mencoba opsi lain," jelas Antonius.
Perombakan ini menjadi bagian dari strategi regenerasi PBSI untuk mempercepat proses pematangan pemain muda melalui kombinasi pasangan senior dan junior.
Misi Regenerasi dan Target Jangka Panjang
Menurut Antonius, duet Rian dan Daniel tidak hanya dibentuk untuk meraih hasil dalam jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari program pengembangan atlet muda menuju level elite dunia.
"Kombinasi senior dan junior ini memang bertujuan mematangkan pemain muda agar siap melangkah ke level yang lebih tinggi. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka juga bisa langsung bersaing di level atas," tuturnya.
Taipei Open 2026 akan menjadi ujian pertama bagi pasangan Rian/Daniel untuk menunjukkan kekompakan dan chemistry mereka di lapangan.
Tim pelatih akan memantau perkembangan duet baru ini secara intensif sebagai bagian dari skema regenerasi jangka panjang sektor ganda putra Indonesia yang selama ini menjadi salah satu andalan peraih gelar di berbagai turnamen internasional.
Berita Terkait
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Insiden Terpeleset di Sydney Berbuntut Panjang, Tim Fisio Ungkap Kondisi Anthony Ginting
-
Kondisi Kesehatan, PBSI Tarik Anthony Ginting dan Ubed dari Macau Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
Terkini
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026