Suara.com - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan lolos dari hadangan berat di babak pertama Fuzhou China Open 2018. Mereka menghentikan langkah pasangan Huang Kaixiang/Wang Zekang, Rabu (7/11/2018).
Hendra/Ahsan harus bertarung hingga rubber game di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, sebelum menang dengan skor 17-21, 21-15 dan 21-19.
Tampil di depan publiknya sendiri, Huang/Wang langsung tancap gas setelah skor imbang 1-1. Ganda putra ranking 284 dunia ini tak mampu dibendung lagi oleh Hendra/Ahsan dan menang 21-17.
Di game kedua Hendra/Ahsan mencoba membalikkan keadaan. Setelah sempat silih berganti memimpin, Hendra/Ahsan menutup interval game kedua dengan keunggulan 11-9.
Keunggulan tersebut terus dijaga pasangan juara dunia 2015 ini hingga menutup game kedua dengan kemenangan 21-15, dan sekaligus memaksa digelarnya game ketiga.
Pertarungan berjalan dramatis di game ketiga. Hendra/Ahsan diambang kekalahan setelah tertinggal 16-19.
Namun, mereka tampil superior dengan mencetak lima poin beruntun dan menyudahi pertandingan dengan skor 21-19.
Selain Hendra/Ahsan, pasangan ganda putra Indonesia lainnya yang turut menang di babak pertama Fuzhou China Open 2018 hari ini, yakni Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso.
Sama seperti seniornya, Wahyu/Ade harus berjuang keras selama tiga game untuk menyudahi perlawanan pasangan Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh, dengan skor 21-15, 21-23 dan 21-17.
Baca Juga: Incar KO Crolla, Daud Yordan : Supaya Lebih Meyakinkan Menangnya
Di babak kedua Fuzhou China Open 2018, Wahyu/Ade akan melawan pemenang antara Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) melawan unggulan ketujuh asal Denmark, Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding.
Sementara, Hendra/Ahsan masih harus menunggu lawannya di babak kedua Fuzhou China Open 2018, yakni pemenang antara Bodin Isara/Maneepong Jongjit (Thailand) versus Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang).
Tag
Berita Terkait
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Fajar/Fikri Diadang Kuda Hitam Korea, 2 Wakil Indonesia Jadi Tumpuan Terakhir di BAC 2026
-
Sandy Walsh Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di 16 Besar ACL Elite
-
Link Live Streaming Thailand Masters 2026: 12 Wakil Indonesia Berjuang ke Semifinal
-
Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Junas Miradiarsyah Ungkap Rahasia di Balik LIMA UNIFEST 2026: Baru, Inovatif, dan Festive!
-
Usai Juara Thailand Open 2026, Chafidz Yusuf Soroti Konsistensi Leo/Daniel
-
Veda Ega Pratama Bertahan di Lima Besar Klasemen Moto3 2026 Usai Seri Catalunya
-
Mario Suryo Aji Turun ke Posisi 24 Klasemen Moto2 2026 Usai Absen di Catalunya
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Ukir Sejarah, Juara AVC Men's Champions League 2026
-
Juara Thailand Open 2026, Leo/Daniel Diingatkan soal Konsistensi
-
Klasemen MotoGP 2026: Berkah Penalti Catalunya, Marco Bezzecchi Makin Kokoh Tinggalkan Jorge Martin
-
Johann Zarco Lolos dari Maut usai Kaki Terjepit Roda Motor Bagnaia di MotoGP Catalunya
-
Horor MotoGP Catalunya 2026: Patah Tulang Leher, Alex Marquez Jalani Operasi Pasca Kecelakaan Parah
-
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Start Posisi 20, Veda Ega Pratama Sukses Finis Kedelapan