- Sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia berkontribusi langsung dalam pembangunan Museum Bulu Tangkis Dunia BWF di Qingdao dengan memberikan tanda tangan dan handprint.
- Nama-nama besar seperti Rudy Hartono, Susy Susanti, hingga Tontowi Ahmad akan diabadikan di area khusus museum sebagai bentuk penghormatan atas prestasi mereka.
- Museum seluas 4.200 meter persegi ini diharapkan menjadi pusat edukasi sejarah dan pertukaran budaya bagi penggemar bulu tangkis global.
Suara.com - Sejarah emas bulu tangkis Indonesia akan terukir abadi dalam Museum Bulu Tangkis Dunia yang tengah dibangun oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Qingdao, China.
Sejumlah legenda dan juara dunia asal Tanah Air memberikan kontribusi langsung dengan membubuhkan tanda tangan pada foto-foto bersejarah serta memberikan cetakan tangan atau handprint mereka.
Langkah ini menjadi bukti pengakuan dunia terhadap dominasi atlet Indonesia dalam sejarah dan perkembangan olahraga tepok bulu di kancah internasional.
Berdasarkan keterangan resmi PP PBSI pada Jumat (23/1), partisipasi para legenda ini sangat vital untuk menyukseskan visi pelestarian budaya bulu tangkis global.
Deretan nama besar lintas generasi turut ambil bagian dalam proyek prestisius ini, mulai dari sang maestro Rudy Hartono hingga ratu bulu tangkis Susy Susanti.
Nama-nama harum lainnya seperti Imelda Wiguna, Ricky Soebagdja, Icuk Sugiarto, Hariyanto Arbi, Hendrawan, Alan Budikusuma, dan Sigit Budiarto juga ikut serta.
Tak ketinggalan, legenda era modern seperti Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, dan Tontowi Ahmad turut mengabadikan jejak mereka di museum tersebut.
Handprint dan tanda tangan para pahlawan olahraga ini akan dipajang secara permanen di area khusus yang didedikasikan bagi para juara dunia dan peraih emas Olimpiade.
Project Director BWF, Stuart Borrie, menyambut antusias keterlibatan para legenda dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang dinilai memberikan nilai historis tinggi.
Baca Juga: Indonesia Masters 2026 Kembali Digelar di Istora, Siap Hidupkan Kembali Atmosfer
“Kami ingin museum ini menjadi tempat di mana orang dapat belajar tentang sejarah bulutangkis dan mengenal para tokoh yang membentuk olahraga ini,” ujar Stuart.
Museum ini sendiri dibangun megah di kawasan BWF Qingdao International Exchange Center dengan luas mencapai 4.200 meter persegi.
Gedung empat lantai tersebut nantinya akan menjadi etalase perjalanan bulu tangkis dunia, menampilkan turnamen bergengsi serta kontribusi para atlet terbaik.
BWF berharap museum ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat edukasi bagi penggemar bulu tangkis dari seluruh dunia.
"Kami berharap orang akan datang ke Qingdao bukan hanya untuk melihat sebuah kota yang indah tetapi juga untuk melihat museum dan belajar tentang sejarah bulu tangkis, belajar tentang pemenang dan belajar tentang orang dalam olahraga kita," kata Stuart.
Ia juga menekankan visi museum sebagai jembatan budaya antarnegara melalui olahraga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
LeBron James Pecahkan Rekor 'Field Goal' Terbanyak NBA, Lewati Catatan Kareem Abdul-Jabbar
-
All England 2026: Dapat Pelajaran Berharga, Raymond/Nikolaus Ingin Tiru Pasangan Korsel
-
All England 2026: Tanpa Status Unggulan, Ganda Campuran Buat Kejuaran dengan Meraih Juara
-
All England 2026: Setelah 9 Final Gagal, Wang Zhi Yi Akhirnya Taklukkan An Se-young
-
All England 2026: Kim Won-ho/Seo Seung-jae Pertahankan Gelar, Sikat Wakil Malaysia di Final
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
All England 2026: Resep Raymond/Joaquin Jelang Lawan Ranking 3 Dunia: Makan Enak dan Tidur Nyenyak!
-
All England 2026: Ana/Trias Lolos ke Perempat Final, Ungkap Rahasia Kalahkan Ganda Jepang
-
All England 2026: Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri, Perubahan Strategi yang Berhasil
-
All England 2026: Rian/Rahmat Singkirkan Ganda Malaysia, Servis Jadi Kunci Kemenangan