Suara.com - Jorge Lorenzo akhirnya buka suara terkait sensasi mengaspal dengan motor barunya, Honda RC213V. Lorenzo menyebut kuda besi Honda lebih baik dari Ducati.
Sebagaimana diketahui, Lorenzo memang sudah mencicipi Honda RC213V saat mengikuti tes pramusim di Jerez dan Valencia November 2018 lalu. Hasilnya cukup baik dengan pemilik nomor 99 finis berturut-turut di posisi 12 dan 4.
Namun, Lorenzo yang masih terikat kontrak dengan Ducati hingga 31 Desember 2018 memilih bungkam. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut rider Spanyol itu terkait sensasi mengaspal bersama Honda sebagai tim barunya.
Baru setelah pergantian tahun dan dirinya resmi diperkenalkan oleh Honda Racing Team (HRC), Lorenzo mau membuka suara. Menurut pebalap 31 tahun itu, terdapat perbedaan sensasi dan karakter antara Honda RC213V dengan Ducati Desmosedici.
"Musim lalu saya menunggangi motor yang benar-benar berbeda, Desmosedici terlalu besar dan panjang. Mungkin itu terlalu besar untuk saya," ujar Jorge Lorenzo dilansir Autosport, Kamis (3/1/2019).
"Sedangkan Honda (RC213V) lebih cocok untuk saya, dalam hal dimensi motor. Motor Honda terasa lebih kompak, lebih kecil, dan saya bisa mencapai permukaan aspal lebih baik," imbuhnya.
Lorenzo menyebut sensasi perdana menaiki RC213V membuatnya optimis menatap MotoGP 2019. Potensi Honda dinilainya amat besar tahun ini.
"Sensasi pertama sangat positif dan saya melihat banyak potensi kedepannya," tukasnya.
Saat ini, Lorenzo dan para pebalap MotoGP lain tengah menikmati jeda musim. Mereka baru akan kembali sibuk saat mengikuti tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia, 6 Februari mendatang.
Baca Juga: Chelsea Ditahan Imbang Southampton, Maurizio Sarri Keluhkan Hal Ini
Berita Terkait
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Honda Vario Evo 160 Meluncur Tanpa Fitur RoadSync Ternyata Ini Alasan AHM
-
5 Rahasia Vario Evo 160 Terbongkar: Tarikan Makin Buas, Tak Cuma Sekadar Ganti Baju
-
Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Intip Komparasi Versus Trio Yamaha MAXi 155
-
Apa Bedanya Honda Vario Evo 160 vs Vario 160 Edisi Sebelumnya?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko