- Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun media sosial penyebar hoaks penutupan warung desa ke Bareskrim Polri pada 29 Juli 2026.
- Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid menyatakan konten hoaks di berbagai platform tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
- Dewan Penasihat Menteri Juanda menyampaikan bahwa Yandri siap hadir untuk memberikan keterangan apabila dipanggil penyidik dalam proses penyelidikan.
Suara.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengaku telah melacak 73 akun media sosial yang mengunggah konten hoaks terkait warung di desa yang disebut bakal ditutup buntut pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendes PDT Taufik Madjid saat mendatangi Bareskrim Polri, Kamis (13/8/2026).
Taufik mengatakan, hasil penelusuran terhadap puluhan akun tersebut juga telah dilampirkan sebagai barang bukti dalam laporan yang dibuat Yandri ke Dittipid Siber Bareskrim Polri pada 29 Juli 2026.
“Sementara ini terlacak ada 73 akun,” kata Taufik, Kamis.
Taufik menegaskan, konten hoaks tersebut dibuat dengan bantuan deepfake dan teknologi Artificial Intelligence (AI). Sebab, Yandri dipastikan tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang terdapat dalam video tersebut.
“Nah, konten ini menggunakan, dibantu dengan AI. Pendekatannya IT, AI. Jadi seolah-olah suara yang keluar di konten itu adalah suaranya Pak Yandri. Padahal tidak sama sekali Pak Yandri mengeluarkan statement seperti itu,” jelasnya.
Berasal dari Berbagai Platform
Sementara itu, Dewan Penasihat Menteri Desa PDT, Juanda, mengatakan akun-akun yang dilaporkan berasal dari berbagai platform media sosial.
“Ada TikTok, ada Facebook, ada beberapa YouTube termasuk, ya. Jadi berbagai platform media sosial dan akun-akun yang ada,” ucap Juanda.
Baca Juga: Provokator Hoaks Harus Dikategorikan sebagai Musuh Negara
Namun, Juanda belum dapat merinci akun mana saja yang telah dilaporkan. Menurutnya, informasi tersebut masih menjadi bagian dari materi penyelidikan dan akan disampaikan oleh penyidik.
Juanda juga memastikan Yandri selaku pelapor siap memberikan keterangan apabila dipanggil penyidik untuk mengonfirmasi maupun mengklarifikasi perkara tersebut.
“Nanti ketika ini tentu Pak Yandri sebagai pribadi siap melakukan konfirmasi dan tentu klarifikasi. Namanya orang yang sedang merasa dizalimi tentu siap untuk dipanggil, ya,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Luncurkan Motor Listrik Nasional, Presiden Prabowo Ancam Batasi Penggunaan Motor Bensin
-
Bertambah, Total 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras
-
Indonesia Tak Mau Cuma Jadi Pengguna AI, Wamen Nezar Ungkap Strategi Kuasai 5 Lapisan Teknologi AI
-
DPR Setuju Prabowo Evaluasi Buku Sekolah, Tapi Beri Syarat: Harus Gratis dan Tanpa Bisnis
-
Kanker Payudara dan Serviks Bisa Diam-Diam Berkembang, Jangan Tunggu Sampai Muncul Gejala!
-
Status dan Latar Belakang Tak Boleh Halangi Hak Korban Kekerasan Mendapat Keadilan
-
3 BB Cream Lokal Murah tapi Bagus Mulai Rp30 Ribuan, Cek Pilihannya
-
4 Tone Up Sunscreen Korea Vitamin C, Rahasia Punya Wajah Cerah Seharian!
-
UPH Festival 2026 Bekali Ribuan Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri untuk Jadi Pemimpin Berdampak
-
Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai