Suara.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, kembali dihadapkan dengan wakil India, Subhankar Dey. Kali ini keduanya bertemu di babak kedua Swiss Open 2019, Kamis (14/3).
Secara statistik, Jonatan belum terkalahkan dari dua pertemuan menghadapi pebulutangkis tunggal putra ranking 47 dunia tersebut.
Kendati begitu, Jonatan Christie justru merasa tak diuntungkan. Sebab, menurutnya Dey lebih memiliki adaptasi yang lebih baik dengan kondisi di lapangan Swiss Open 2019.
"Dia adalah pemain yang bagus dan sering ikut turnamen di Eropa. Jadi dia sudah lebih beradaptasi dengan kondisi di sini," kata Jonatan dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (13/3/2019).
"Pokoknya jangan anggap remeh siapapun lawan. Harus tetap fokus," sambungnya.
Jonatan Christie melaju ke babak kedua Swiss Open 2019 usai di babak pertama memulangkan wakil Malaysia, Lee Zii Jia, dengan skor 21-9 dan 21-17.
Menang mudah di game pertama, Jonatan sempat kesulitan mengontrol permainan di game kedua. Beberapa kali dia tertinggal dalam perolehan poin.
Saat tertinggal 14-17, Jonatan melesat dengan meraih tujuh angka berturut-turut dan mengunci perolehan angka lawan.
Baca Juga: Gara-gara Ini Tontowi dan Liliyana Kembali Dipersatukan
"Di game kedua saya banyak melakukan kesalahan sendiri, karena saya mau coba mempercepat tempo main. Tapi jadinya malah terburu-buru mau mematikan," ungkapnya.
"Maunya pergerakan kakinya lebih cepat dan safe, netting juga mau cepat jadinya nyangkut. Saat mau smash, sudah ditungguin sama lawan," Jonatan menambahkan.
"Waktu akhir-akhir game kedua, saya atur lagi mainnya, yang penting shuttlecock-nya masuk dulu," pungkas Jonatan Christie.
Tag
Berita Terkait
-
Hasil Undian All England 2026: Ujian Berat Wakil Indonesia?
-
Alwi Farhan Juara Indonesia Masters 2026, Putus Puasa Gelar Tunggal Putra di Istora
-
Mundur dari Indonesia Masters 2026, Jonatan Christie Pilih Jaga Kondisi
-
Daftar Pemain Unggulan yang Absen di Indonesia Masters 2026, Tak Hanya Jonatan Christie
-
Jonatan Christie Batal Berlaga di Indonesia Masters 2026
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora
-
Lindungi Atlet, Ketua Umum FPTI Pastikan Bakal Tangani Laporan akan Ditangani Serius
-
Marc Marquez Antusias Hadapi Balapan Seri Perdana MotoGP 2026
-
Janice Tjen Berhasil Melaju ke Semifinal Ganda Merida Open 2026
-
Aroma Indonesia di Gresini Racing, Ducati Desmosedici GP26 Dapat Sentuhan Bold Riders