Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi mengatakan, tim yang menjuarai Piala Presiden e-Sports 2019 berpotensi mewakili Indonesia di SEA Games 2019 Filipina, November mendatang.
Hal itu disampaikan Menpora Imam Nahrawi saat menghadiri konferensi pers Grand Final Piala Presiden e-Sports 2019 di Gedung Krida Bhakti Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (26/3/2019).
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, tiga tim teratas hasil kompetisi Piala Presiden e-Sports 2019 sudah cukup mumpuni secara kualitas.
Daripada melakukan seleksi nasional (seleknas) ulang, IeSPA selaku federasi e-Sports Indonesia disebutnya bisa memilih tim-tim terbaik dari Piala Presiden e-Sports sebagai wakil Merah Putih di nomor Mobile Legends: Bang Bang.
"Kita berharap untuk seleksi Timnas e-Sports menuju SEA Games 2019 itu tak perlu lagi ada seleksi nasional. Minimal tiga besar (Piala Presiden e-Sports 2019) langsung masuk Pelatnas," kata Menpora.
Lebih jauh, Menpora mengatakan jika pembangunan ekosistem e-Sports di Indonesia harus dilakukan secara simultan.
Tak hanya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pihak swasta maupun negara juga dituntut untuk sama-sama membawa e-Sports ke ranah positif.
"Saya kira hal penting yang harus kita lakukan bersama untuk bangun e-Sports tak bisa dilakukan sendirian. Dari Kemenpora kita tak hanya mengirim mereka (atlet e-Sports) ke multievent. Ini harus betul-betul digalakkan dan dijadikan semacam olahraga baru dan digemari seluruh lapisan masyarakat," tukasnya.
Baca Juga: Jadi Buah Bibir, Ini Komentar Orang Luar Negeri tentang Sirkuit Mandalika
Sebagaimana diketahui, SEA Games 2019 resmi mempertandingkan cabang olahraga e-Sports.
Ada enam game yang akan dilombakan yakni DotA 2 dan StarCraft II (PC), Mobile Legends dan Arena Of Valor (mobile), serta NBA 2K19 dan Tekken 7 (console).
Ketua Umum Asosiasi e-Sports Indonesia (IeSPA), Eddy Lim sebelummya juga telah mengatakan, jika Pelatnas e-Sports menuju SEA Games 2019 akan berlangsung usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Saat ini, IeSPA disebutnya tengah mencari atlet-atlet berpotensi melalui proses seleksi nasional yang akan memanfaatkan beberapa kejuaraan e-Sports di Tanah Air. Salah satunya Indonesia e-Sports League (IEL) University Series 2019.
Tag
Berita Terkait
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet
-
Geram Atlet Jadi Korban Pelecehan, Erick Thohir: Jahanam!
-
Momentum HUT NOC Indonesia: Satukan Visi Prestasi, dan Proteksi Atlet dari Kekerasan serta Pelecehan
-
Menpora Tegas soal Kasus Atlet, PERBASI Minta Pelaku Dihukum Setimpal
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia