Pasangan ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta, menang atas pasangan China, Dong Wenjing/Feng Xueying, di babak kedua Kejuaraan Bulutangkis Asia 2019, Kamis (25/4). [Humas PBSI]

Suara.com - Pasangan ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta menerima ultimatum PBSI. Surat Keputusan (SK) Prioritas keduanya terancam dicabut bila tak kunjung berprestasi.

PBSI gerah dengan performa peringkat 19 dunia tersebut. Keduanya dianggap stagnan meski diharapkan menjadi satu dari dua ganda putri yang diproyeksi lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Terkait hal tersebut, Della mengaku siap membuktikan diri. Ia dan Rizki, disebutnya siap menerima ancaman PBSI secara terbuka dan bertekad untuk membuktikan diri.

"Ya mungkin itu (ancaman PBSI) sesuai dengan hasil-hasil yang kami raih. Jadi ya sudah, kita berusaha saja dulu," ujar Della saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (13//8/2019).

Prestasi Della/Rizki jadi sorotan PBSI. Bahkan di klasemen kualifikasi Olimpiade 2020, keduanya terbenam di peringkat 30.

Pasangan ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris / Rizki Amelia Pradipta. [Dok. PBSI]

Padahal, batas peringkat sebuah negara untuk meloloskan maksimal dua wakil ke Olimpiade 2020 adalah delapan besar.

PBSI sendiri tak serta-merta mencabut SK Prioritas Della/Rizki. Keduanya masih diberi kesempatan dalam tiga turnamen ke depan: Kejuaraan Dunia, China Taipei Open, dan Vietnam Open 2019.

Khusus di Vietnam Open 2019 yang merupakan turnamen BWF World Tour level Super 100, Della/Rizki ditargetkan juara.

Pebulutangkis spesialis ganda putri Indonesia, Della Destiara Haris, ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (13//8/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Insya Allah kami siap menerima tantangan ini kalau memang jalannya," beber Della.

"Terkait diturunkan ke turnamen level Super 100, ya kita memang harus juara di situ. Tapi tidak jadi beban, pokoknya kami ingin fokus satu-satu dahulu."

"Pastinya kami berdua mau dapat hasil terbaik di tiap pertandingan. Mau ultimatum dari mana, kita akan buktikan juga, meski tak ingin pikir terlalu jauh," pungkas Della.