- Sebanyak 1.000 peserta mengikuti ajang lari amal "Care for Sumut" di GBK Jakarta untuk menggalang donasi bagi korban banjir dan longsor di Sumatera Utara.
- Inisiatif ini digagas oleh komunitas perantau Batak di Jakarta dan berhasil mengumpulkan donasi awal yang akan disalurkan untuk pemulihan infrastruktur dan kesehatan di Tapanuli.
- Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, mengapresiasi gerakan ini dan menyebut bantuan sangat dibutuhkan bagi 3.000 KK yang masih terdampak bencana.
Suara.com - Sebanyak 1.000 pelari memadati Plaza Parkir Timur GBK untuk berpartisipasi dalam ajang lari amal bertajuk "Care for Sumut: Charity Run" pada Minggu (8/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sebuah gerakan untuk menggalang donasi guna membantu pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara.
Inisiatif ini lahir dari kepedulian sekelompok perantau berdarah Batak di Jakarta yang merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi lebih bagi kampung halaman mereka.
Bara Krishna Hasibuan, Ketua Panitia Care for Sumut, menegaskan bahwa gerakan ini dirancang sebagai wadah kolaborasi publik agar kepedulian tidak hanya berhenti sebatas rasa simpati.
“Sebagai orang yang berdarah Batak, kami tidak ingin kepedulian berhenti pada simpati. Care for Sumut kami rancang sebagai ruang kolaborasi agar masyarakat dapat ikut berperan langsung dalam proses pemulihan,” ujar Bara.
Fokus utama penyaluran donasi akan ditujukan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, khususnya untuk kebutuhan mendesak seperti akses air bersih, layanan kesehatan, dan perbaikan infrastruktur.
Pahala Mansury, Wakil Ketua Panitia, mengungkapkan antusiasme peserta yang luar biasa dengan jumlah partisipan mencapai 1.000 orang.
"Hingga saat ini sudah terkumpul donasi sebesar Rp 5.050.000. Jumlah ini belum termasuk uang dari pelelangan barang seni yang juga akan kami gelar," terang Pahala kepada awak media di lokasi.
Ia juga menekankan komitmen panitia terhadap transparansi dan akuntabilitas, di mana bantuan akan disalurkan melalui mitra lokal yang terverifikasi agar tepat sasaran.
Baca Juga: RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Usai Terendam Banjir Lumpur 3 Meter
Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, yang memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian masyarakat di ibu kota.
Gus Irawan membeberkan kondisi terkini di daerahnya, di mana masih terdapat ribuan kepala keluarga yang membutuhkan uluran tangan.
"Saat ini masih ada setidaknya 3.000 KK yang terdampak bencana. Hasil donasi dari acara ini tentunya akan kami gunakan untuk membantu para korban banjir, sekaligus rehabilitasi fasilitas yang rusak, seperti air bersih, pendidikan, kesehatan, dan lainnya," jelas Gus Irawan.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya