Suara.com - Pebalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi mengungkapkan bahwa timnya mulai berbenah. Salah satunya dengan mengabulkan permintaaannya yang tertunda selama hampir dua setengah tahun.
Seperti diketahui, performa rider gaek asal Italia itu tak konsisten musim ini.
Dari 12 seri MotoGP 2019 yang telah berlangsung, raihan terbaik Rossi hanyalah dua kali naik podium kedua: MotoGP Argentina dan MotoGP Amerika Serikat.
Selebihnya, pebalap berjuluk The Doctor itu kerap kesulitan tampil konsisten.
Salah satu faktornya disinyalir lantaran lambatnya upgrade yang dilakukan Yamaha pada motor YZR-M1.
"Yamaha mulai bekerja pada hal-hal cerdas, yakni akselerasi, elektronik (ECU), demi mengelola ban belakang lebih baik," ungkap Rossi dilansir Motorsport, Kamis (29/8/2019).
"Ini semua hal yang saya minta selama dua setengah tahun. Tapi saya belum pernah memiliki jawaban hingga beberapa bulan terakhir ini," sambungnya.
Lebih jauh, Yamaha disebut-sebut bakal mengunji perangkat baru salah satunya adalah penggunaan carbon fiber swingarm alias swingarm berbahan serat karbon.
Baca Juga: Gagal Gaet Podium di Silverstone, Ini Dalih Valentino Rossi
Penarapan teknologi itu diharapkan bisa mengurangi ataupun menyelesaikan masalah Yamaha yang dalam beberapa tahun terakhir kesulitan menjaga kondisi ban hingga akhir balapan.
"Saya bertanya berkali-kali (soal itu). Saya pikir dan saya harap swingarm karbon dapat membantu kami," tuturnya.
"Jadi saya berharap Yamaha bisa membawanya sesegera mungkin," pungkas Valentino Rossi.
Berita Terkait
-
Berita Sport Terkini: Kevin / Marcus Disentil, Sindhu Dipuji Raja Bollywood
-
Alex Rins Senang Kalahkan Dua Legenda MotoGP di Silverstone
-
Marquez Dipecundangi Lagi di Lap Terakhir, Alex Rins Juara MotoGP Inggris
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Inggris: Marquez Pole, Rossi Posisi Kedua
-
Viral Valentino Rossi Menjual Replika Helmnya, Harganya Bikin Ngilu
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1