Suara.com - Kekalahan mengejutkan didapat Jonatan Christie di babak pertama China Open 2019. Juara Asian Games 2018 itu takluk dari kompatriotnya sendiri, Shesar Hiren Rhustavito, Selasa (17/9/2019).
Mendapat predikat sebagai unggulan keempat, Jojo (sapaan akrab Jonatan) diprediksi bakal melaju mulus ke babak kedua.
Namun, fakta yang terjadi justru sebaliknya. Pebulutangkis 22 tahun itu tak mampu membendung letupan kejutan dari Vito, sapaan akrab Shesar, hingga kalah 21-23, 21-18, 10-21.
Jonatan Christie sangat menyesalkan kekalahan ini. Tunggal putra jebolan klub PB Tangkas itu mengakui gagal mempertahankan konsistensi permainan dan membuang peluang.
"Cukup disayangkan di game pertama sudah unggul tapi harus kalah," ujar Jonatan Christie dalam rilis yang diterima Suara.com, Rabu (18/9/2019).
"Padahal saya sudah main dengan strategi yang pas, tapi nggak bisa selesaikan game pertama dengan baik, padahal game pertama itu adalah modal buat game selanjutnya," sambungnya.
Jonatan Christie sejatinya mampu tampil baik di game kedua. Dirinya bisa mengontrol jalannya pertandingan hingga mampu memaksa laga berlanjut hingga rubber game.
Namun, inkonsistensi penampilan jadi bumerang bagi jawara Australia dan New Zealand Open 2019 tersebut. Jojo kerap membuang peluang di game penentuan hingga akhirnya kalah 10-21.
"Di game kedua sudah main ngotot, berani adu net dan drive. Nah, salahnya di game ketiga. Dari awal banyak melakukan kesalahan sendiri," tutur Jojo.
Baca Juga: 5 Best Otomotif Pagi: Pecah Ban, Spiderman, dan Skutik Petualang
Kekalahan ini membuat rekor pertemuan Jojo dan Vito menipis. Sebelum pertandingan ini, Jonatan Christie telah mengantongi dua kemenangan dan tak sekalipun kalah dari Shesar.
Lebih jauh, kekalahan ini membuat Jojo membuang kesempatan untuk mempertahankan atau bahkan mendongkrak peringkatnya di klasemen Race to Tokyo.
Kekalahan ini, membuat posisi Jonatan Christie yang kini duduk di peringkat kedua Race to Tokyo terancam tergusur.
Hal itu mengingat China Open yang merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000 memiliki jumlah poin yang cukup poin besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko