Suara.com - Duel sarat gengsi antara Errol Spence Jr. dan Shawn Porter mewarnai kejuaraan tinju dunia akhir pekan ini. Uniknya, belum juga bertarung, kedua petinju sudah menatap pertarungan berikutnya melawan Manny Pacquiao.
Spence misalnya, begitu yakin pertarungannya melawan Manny Pacquiao pasti terjadi tahun depan.
Keyakinan itu menyiratkan bahwa ia sangat percaya diri mampu mengalahkan Porter, sang pemegang sabuk juara dunia kelas welter WBC.
"Saya yakin bisa mengatasi Shawn Porter. Kemudian setelahnya saya ingin melawan Manny Pacquiao," tutur Spence, dikutip dari The National, Kamis (26/9/2019).
"Pertarungan melawan Manny Pacquiao pasti akan terjadi. Mungkin di pertengahan atau akhir tahun depan," juara dunia kelas welter IBF ini menambahkan.
Pernyataan yang kurang lebih sama juga disampaikan Shawn Porter.
Petinju 31 tahun itu sesumbar bisa meredam perlawanan Spence, dan setelahnya ia ingin mengejar duel lawan Manny Pacquiao.
"Kemenangan atas Errol Spence akan membuat saya jadi petinju terbaik kelas welter di planet ini. Setelah itu, saya ingin melawan Manny Pacquiao," ujarnya.
Duel unifikasi gelar antara Shawn Porter vs Errol Spence akan dihelat di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat pada Sabtu (28/9/2019) mendatang.
Baca Juga: Tinju Dunia: Eks Rival Pilihkan Lawan Sepadan untuk Manny Pacquiao
Manny Pacquiao sendiri terakhir kali naik ring pada 20 Juli lalu. Saat itu, ia menyabet sabuk juara dunia kelas welter WBA (Super) usai menang angka mutlak atas Keith Thurman.
Berita Terkait
-
5 Berita Olahraga Terpopuler: Timnas Indonesia Hajar Taiwan Beer
-
5 Berita Olahraga Pilihan: Indonesia Tanpa The Minions di SEA Games 2019
-
Berita Olahraga Pilihan: Hasil Undian Korea Open 2019, Pesan untuk Pacquiao
-
Usai Kalah dari Manny Pacquiao, Thurman Diharuskan Rehat hingga Akhir Tahun
-
Pesan Arum untuk Manny Pacquiao: Lawan Mayweather atau Pensiun
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko