Suara.com - Berhasil memukau publik di musim perdananya di MotoGP, Petronas Yamaha masih belum puas dan ingin menguasai ajang kejuaraan dunia Sepang 8 Hours.
Mereka pun ingin menurunkan salah satu pembalap MotoGP mereka, Franco Morbidelli di ajang balapan ketahanan tersebut.
Razlan Razali, CEO tim tersebut berujar bahwa mereka punya ambisi untuk tampil kuat, apalagi menyandang status sebagai tim tuan rumah.
"Sebagai perwakilan dari Sirkuit Sepang, kami ingin mempromosikan event ini pada tahun debutnya. Kami ingin ada pembalap MotoGP di event ini, bahkan dua dari pembalap tim Petronas Yamaha." ujarunya dikutip dari Crash.
"Namun event ini berbeda dari MotoGP, ada risiko besar untuk memenangkan ajang ini. Kami memilih Frankie karena dia mengendarai motor balap tim pabrikan." imbuhnya.
Pada event tersebut, Morbidelli akan ikut balapan setim dengan Hafizh Syahrin sebagai pembalap Malaysia dan Michael van der Mark dari tim WSBK Yamaha.
Morbidelli adalah satu-satunya pembalap yang tak memiliki pengalaman di ajang kejuaraan dunia enduro.
"Semua sudah diputuskan, kami ingin punya tim kuat yang terdiri dari pembalap MotoGP, pembalap Malaysia dan pembalap spesialis enduro." tutur Razali.
Baca Juga: Perkasa di Big Match, Solskjaer Minta Man United Konsisten Lawan Tim Kecil
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Faktor Kenyamanan Bantu Alwi Farhan Melaju ke Semifinal Australian Open 2026
-
Rehan/Gloria Akui Kurang Sabar saat Tersingkir di Perempat Final Australian Open 2026
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
-
Tembus Perempat Final, Ana/Trias Berambisi Juara Australian Open 2026