Suara.com - Atlet senior tenis meja Indonesia, Yon Mardiono meminta pemerintah turun tangan menyelesaikan polemik di induk olahraga tenis meja Tanah Air.
Saat ini ada tiga kepengurusan pada induk olahraga pingpong Tanah Air.
Antara lain, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI) pimpinan Oegroseno, dan dua Pengurus Besar (PB PTMSI) pimpinan Lukman Edi dan Peter Layardi.
Tigalisme itu membuat Yon Mardiono prihatin. Ia berharap pemerintah, dalam hal ini, Kemenpora melakukan langkah tegas.
Diantaranya membekukan induk olahraga tenis meja seperti membekukan PSSI saat terjadi dualisme kepemimpinan.
"Pemerintah harus ambil alih permasalahan ini. Dibekukan dulu lalu bikin Munas (Musyawarah Nasional). Biar atlet tidak terhukum dengan tigalisme ini," kata Yon Mardiono saat dikonfirmasi.
"Pemerintah harus tegas karena hanya pemerintah yang bisa menyelesaikan masalah ini," sambungnya dikutip dari Antara, Sabtu (1/2/2020).
Polemik itu, kata Yon Mardiono, telah membuat banyak atlet mulai gamang karena serba salah.
Untuk mengisi kekosongan hanya mengandalkan kejuaraan tenis meja yang digelar pihak swasta, karena kejuaraan nasional yang merupakan indikator perkembangan atlet tidak terlaksana.
Baca Juga: Tujuh Tahun Berpolemik, Singgih Yehezkiel Cs Surati Presiden Jokowi
Surati Jokowi
Selain Yon Mardiono, salah satu pemerhati tenis meja Indonesia, Singgih Yehezkiel juga mengaku telah berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo.
Surat untuk Jokowi itu ditujukan agar pemerintah segera menuntaskan polemik pengurus tenis meja Indonesia yang telah berlangsung sekitar tujuh tahun.
"Harapan kami surat terbuka ditanggapi oleh presiden, karena kalau tidak secepatnya diselesaikan akan mengganggu pembinaan dan berdampak pada kemunduran," katanya.
"Ini kami lakukan atas dasar cinta pada tenis meja. Yang jelas kami akan memfasilitasi tiga induk organisasi untuk bertemu dan duduk bareng membahas permasalahan yang ada," tutur Singgih Yehezkiel.
Selain Yon Mardiono dan Singgih Yehezkiel, pemerhati tenis meja yang berharap polemik di induk organisasi tenis meja Indonesia beres adalah Irianto, Johny Latuheru hingga mantan atlet nasional yang saat ini masih aktif, Ling Ling Agustin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Ribuan Pelari Padati GBK, Gerakan 'Care for Sumut' Kumpulkan Dana Pemulihan Bencana
-
Group Ride Roadbike di Belitung Jadi Pemanasan Menuju Ajang Balap Sepeda Dunia GFNY 2026
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
Carabao Billiards Indonesia Cetak Sejarah, Tiga Turnamen Internasional Sekaligus Pecahkan Rekor MURI
-
Pelita Jaya Dapat Dukungan Tambahan dalam Mengarungi IBL 2026
-
Cetak Sejarah, Produk Cokelat Asal Indonesia Resmi Jadi Sponsor Gresini Racing di MotoGP
-
Libas Unggulan Kedua, Janice/Eala Maju ke Semifinal Abu Dhabi Open 2026
-
Alex Marquez Catat Waktu Tercepat saat Tes Uji Coba MotoGP Sepang
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan