Suara.com - Pebulutangkis nasional, Jonatan Christie mengimbau masyarakat Indonesia untuk menahan hasrat olah raga di luar rumah atau keramaian. Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air masih mengkhawatirkan.
Imbauan itu disampaikan Jonatan Christie saat diundang sebagai salah satu pembicara dalam acara bertajuk "Olahraga yang Tertunda" yang digelar BNPB Indonesia via Zoom, Minggu (21/6/2020).
"Pertama, pastinya kalau saya pribadi jujur karena ini baru mau transisi masa new normal. Sebaiknya kalau untuk pribadi lebih baik olah raga di rumah. Jangan ke tempat umum dahulu," kata Jonatan Christie.
"Kita belum tahu Virus Corona itu menyebarannya seperti apa. Apalagi di Indonesia perkembangan kasus positif sangat melesat karena pelonggaaran PSBB dan sebagainya," lanjutnya.
Untuk diketahui, pemerintah telah memberlakukan kembali Car Free Day atau CFD Jakarta mulai hari ini, Minggu (21/6/2020) sebagai bagian dari rencana new normal atau tata normal baru.
Menurut Jojo--sapaan akrab Jonatan Christie--, keputusan untuk memilih tempat berolahraga tetap ada di tangan masyarakat. Dia pun memberi sedikit nasihat untuk orang-orang yang memang ingin berolahraga dikeramaian.
"Kalau mau olahraga di tempat umum, protokol kesehatan harus tetap dijalani. Pakai masker mau tidak mau itu harus dijalani," jelas Jonatan Christie.
Baca Juga: Detik-detik Orang Tidak Dikenal Merangsek Masuk Mako Brimob
Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119
Tag
Berita Terkait
-
Ironi Sosial: Ketika Permasalahan Publik Terus Dinormalisasi dan Diabaikan
-
Menham Pigai Serahkan RUU Masyarakat Adat ke DPR: Rakyat Adat Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri
-
Demo Bulan Agustus Disebut Tidak Lahir dari Isu Tunggal, Tapi Akumulasi Ketidakpuasan Masyarakat
-
Cinematic Yoga, Konsep Baru Mindfulness untuk Masyarakat Urban
-
Keputusan Menteri tentang Hutan Papua Selatan Diprotes: Apa Dampaknya bagi Masyarakat Adat?
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Jelang All England 2026, Atlet Indonesia Fokus Aklimatisasi Cuaca dan Arena
-
Janice Tjen Didapuk sebagai Unggulan Keenam di Merida Open 2026
-
Pelita Jaya Gacor! Raih 10 Kemenangan Beruntun di IBL 2026
-
Hadapi Ketatnya Persaingan BWF, PBSI Segarkan Struktur Pelatih Ganda Putra
-
Klasemen Proliga 2026 Putra Usai Surabaya Samator Bikin Jakarta Garuda Tak Berkutik
-
9 Tahun Gantung Sarung Tinju, Floyd Mayweather: I'll be Back!
-
Gresik Phonska Sikat Jakarta Electric PLN 3-0 di Proliga 2026, Tiket Final Four Sudah di Tangan!
-
Sirkuit Mandalika Dipastikan Masuk Kalender Event GT World Challenge Asia 2026
-
Kemala Run 2026: Ajang Lari Bertajuk Charity for Indonesia, Solidaritas dan Kepemimpinan Perempuan
-
Nasib Berbeda Dua Srikandi Tenis Indonesia di WTA 1000 Dubai: Janice Melaju, Aldila Terhenti