Suara.com - Penampilan impresif Valentino Rossi di MotoGP Andalusia 2020 membuatnya kembali diperhitungkan sebagai kandidat peraih gelar juara dunia MotoGP 2020.
Meski begitu, manajer Yamaha MotoGP, Lin Jarvis, tak ingin gegabah untuk menyebut pebalapnya itu memiliki peluang besar untuk juara dunia.
Jarvis menganggap The Doctor memang memiliki kans merebut titel juara dunia ke-10 dalam kariernya musim ini.
Namun, faktor usia dan kekuatan para pebalap lain, disebut Jarvis jadi pengingat bahwa harapan Rossi untuk jadi juara dunia tidaklah mudah.
"Ini tidak akan mudah bagi Valentino, terutama melihat konsistensi Fabio dan Maverick," ujar Lin Jarvis dikutip dari Speedweek, Selasa (4/8/2020).
"Mereka sangat kuat di dua balapan pertama. Kami juga melihat bahwa Andrea Dovizioso harus selalu diperhitungkan."
Menurut Jarvis, salah satu faktor yang sangat menentukan peluang juara pebalap 41 tahun itu adalah konsistensinya di setiap balapan.
"Valentino jelas memiliki peluang untuk memenangkan gelar. Tetapi saya menekankan bahwa itu tidak akan mudah melawan beberapa pembalap top yang masih berusia muda dan andal," tegas Jarvis.
Rossi saat ini menempati peringkat enam klasemen sementara MotoGP 2020 dengan raihan 16 poin. Dalam dua seri terakhir, Rossi berhasil merebut podium ketiga di GP Andalusia dan gagal finis di seri pembuka.
Baca Juga: Top 5 Sport: Dovizioso Sebut Mesin Yamaha Ringkih Bisa Untungkan Marquez
Kali terakhir pebalap Italia itu merengkuh gelar juara dunia adalah di MotoGP 2009 atau 11 tahun silam. Saat itu dia mengalahkan Jorge Lorenzo yang merupakan rekan satu timnya sendiri di Fiat Yamaha.
Berita Terkait
-
Pedas! Fabio Quartararo Sebut Yamaha Tak Tau Cara Atasi Masalah Yamaha V4
-
Update Harga Terbaru Honda Stylo 160 vs Yamaha Grand Filano April 2026, Cek Selengkapnya
-
5 Skutik Entry-Level Super Irit BBM Terbaru 2026 Banderol Kaki Lima
-
5 Motor Listrik Brand Lokal Setara Yamaha NMax, Jarak Tempuh Jauh, Mesin Bertenaga
-
Tampil Lebih Berani Yamaha Gear Ultima Kini Pakai Mesin Hybrid
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Final Four Proliga 2026 di Solo, Perebutan Juara Putaran Pertama Panas Sejak Hari Pertama
-
BAC 2026: Jonatan Christie ke Perempat Final, Akui Sempat Buta Kekuatan Lawan
-
Sikat Rival Lama di BAC 2026, Alwi Farhan: Tak Mudah Lewati Tekanan
-
Kalah dari Watanabe di BAC 2026, Ubed Petik Pelajaran dari Mental Pantang Menyerah Lawan
-
Raymond/Nikolaus Akui Kalah Cepat dari Ganda Korea di BAC 2026
-
Fajar/Fikri Jadikan Laga Pembuka BAC 2026 sebagai Pemanasan
-
Menang Dramatis, Amri/Nita Melangkah ke Babak 16 Besar BAC 2026
-
Jafar/Felisha Ingin Ulangi Prestasi Tahun Lalu di BAC 2026
-
Adnan/Indah Akui Tertekan Sejak Awal Usai Tersingkir di BAC 2026
-
Bobby/Melati Jadikan BAC 2026 Ajang Belajar Usai Tersingkir di 32 Besar