Entertainment / Gosip
Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:35 WIB
Ilustrasi bioskop (Unsplash/Geoffrey Moffett)
Baca 10 detik
  • Anggota DPR RI Rahmawati mengusulkan pembangunan 1.000 layar bioskop desa menggunakan alokasi dana APBN tahun 2027 mendatang.
  • Program ini bertujuan memajukan industri film daerah agar rumah produksi kecil mendapatkan ruang tayang yang lebih luas.
  • Rencana tersebut memicu kritik keras dari warganet yang menilai anggaran lebih baik dialokasikan bagi sektor pendidikan kesehatan.

Suara.com - Media sosial tengah dihebohkan dengan usulan mengejutkan dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Pasalnya, muncul ide ambisius untuk membangun ribuan layar bioskop di wilayah pedesaan dengan menggunakan dana anggaran negara.

Rencana ini bertujuan untuk memajukan industri kreatif perfilman di tingkat daerah yang selama ini dinilai sulit berkembang.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Rahmawati, menjadi sosok yang melontarkan ide pembangunan bioskop desa tersebut.

Ia mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun anggaran 2027.

Fokus utamanya adalah menghadirkan 1.000 layar bioskop desa demi mendukung operasional rumah produksi atau production house (PH) kecil.

Rahmawati menilai PH di daerah sering mengalami kesulitan untuk menayangkan karya mereka di jaringan bioskop besar yang sudah ada.

Politisi perempuan ini menyarankan adanya insentif fiskal agar ekosistem perfilman lokal bisa mendapatkan ruang tayang yang lebih luas.

"Mungkin lintas mitra mungkin siapkan insentif fiskal untuk PH-PH kecil dan daerah dan alokasikan anggaran 1.000 layar bioskop desa atau dari APBN 2027," tuturnya.

Baca Juga: Emak-Emak Bermukena Diduga Maling Motor Saat Magrib, Video Penangkapan Viral

Rahmawati berharap, bantuan pendanaan tersebut bisa menjadi napas baru bagi para pelaku industri film di pelosok negeri.

"Ini saran biar PH kecil itu bisa hidup," sambung Rahmawati.

Namun, usulan program "Bioskop Desa" ini langsung memicu reaksi pedas dan beragam komentar kritis dari kalangan warganet Indonesia.

Banyak masyarakat menilai bahwa fasilitas dasar seperti pendidikan dan kesehatan jauh lebih mendesak untuk diperhatikan daripada sekadar hiburan.

"Pendidikan gratis dan kesejahteraan guru lebih penting," tulis salah satu netizen yang merasa prihatin dengan kondisi sosial saat ini.

Warganet lain juga menyarankan agar anggaran negara lebih diprioritaskan untuk memperbaiki sarana sekolah yang kondisinya sudah rusak bahkan ambruk.

"Lebih baik, sekolah yang rusak, ambruk dibenerin, sarana pendidikan buat mencerdaskan generasi bangsa. Bukannya bioskop,, kicau mania," kata warganet lain.

"Setuju buk, ambil uang dari tunjangan DPR" timpal yang lain.

Load More