Suara.com - Manajer timnas basket Indonesia, Maulana Fareza Tamrella mengkonfirmasi kabar kembali mundurnya proses naturalisasi dua pebasket asing.
Sebelumnya, tahap akhir naturalisasi Brandon Jawato dan Lester Prosper dijadwalkan berlangsung pada 1 September. Di tahap ini, keduanya akan menghadap Komisi III DPR RI.
Namun, kata Fareza, jadwal tersebut mengalami pemunduran. Pria yang akrab disapa Mocha itu mengatakan bahwa tahap akhir naturalisasi kedua pebasket baru bisa berlangsung pada akhir September.
Pandemi virus Corona menjadi salah satu faktor penghambat proses pembuatan paspor bagi kedua pebasket. Di sisi lain, tahapan naturalisasi seorang pemain memang tidak mudah.
"Rencananya tanggal 28 September Jawato dan Prosper akan menghadap DPR," kata Maulana Fareza Tamrella saat dihubungi wartawan, Senin (7/9/2020).
"Saat ini, keduanya sudah tiba di Indonesia," tambahnya.
Dengan mundurnya agenda naturalisasi, Lester Prosper dan Brandon Jawato masih memiliki kans untuk memperkuat Indonesia di window kedua kualifikasi FIBA Asia Cup 2021.
Timnas Indonesia masih memiliki waktu sekitar satu bulan sebelum window kedua FIBA Asia Cup 2021 berlangsung pada 27 November (menghadapi Thailand), dan 30 November (menghadapi Korea Selatan).
Baca Juga: FIBA Siap Bantu, Mocha Berharap Brandon Jawato Berstatus Pemain Lokal
Berita Terkait
-
Satu Hati untuk Jakarta: Pelita Jaya dan Persija Resmi Berkolaborasi
-
FIBA Tetapkan Dame Diagne sebagai Pemain Lokal di IBL, Boleh Perkuat Timnas Basket Indonesia
-
Makna Natal Abraham Damar: Refleksi Perjuangan Berdarah-darah Demi Perunggu SEA Games 2025
-
Hancurkan Vietnam, Timnas Basket Indonesia Dipastikan Lolos ke Semifinal SEA Games 2025
-
Pertandingan Sengit, Timnas Basket Indonesia Kalah Tipis dari Thailand di SEA Games 2025
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko