Suara.com - Valentino Rossi menilai Yamaha memiliki line-up pembalap yang tangguh untuk MotoGP musim depan. Namun, hal itu tidak akan banyak berpengaruh andai tak ditunjang motor yang bagus.
Pada MotoGP 2021, Yamaha memiliki empat pembalap yakni Maverick Vinales dan Fabio Quartararo di tim pabrikan, serta Valentino Rossi dan Franco Morbidelli di tim satelit.
Tanpa memasukan namanya, Rossi menganggap tiga pembalap Yamaha saat ini punya potensi besar dalam diri mereka masing-masing.
Dengan motor yang bagus, ketiganya dinilai The Doctor --julukan Valentino Rossi-- punya kans jadi juara dunia MotoGP 2021.
"Menurut saya Yamaha memiliki pembalap yang hebat. Tenang saja, saya tidak ingin berbicara tentang diri saya sendiri, tetapi Quartararo, Viñales, dan Morbidelli," kata Rossi dikutip dari Speedweek, Kamis (7/1/2021).
Meski punya pembalap top, Yamaha terlihat kesulitan untuk menyaingi tim Repsol Honda dalam persaingan gelar juara dunia. Salah satu faktornya adalah performa motor Yamaha YZR-M1 yang menyedihkan, sebagaimana diamini sendiri oleh Rossi.
MotoGP 2020 menjadi parade yang memperlihatkan bagaimana tim pabrikan asal Jepang itu seperti tidak siap dalam pengembangan motor.
Baik Rossi, Vinales, Quartararo hingga Morbidelli, semuanya mengalami masalah teknis pada tungganngannya masing-masing.
Impak paling parah dari kurang maksimalnya motor Yamaha dirasakan Maverick Vinales di MotoGP Styria 2020. Saat itu, Yamaha YZR-M1 miliknya mengalami kerusakan di bagian rem hingga dirinya terpaksa melompat dalam kecepatan 220 Km/jam.
Baca Juga: Ikutan Jejak Valentino Rossi, Maverick Vinales Bikin Tim Balap
Valentino Rossi berkesimpulan bahwa faktor kurang maksimalnya Yamaha di MotoGP 2020 bukan terletak pada pembalap, melainkan perfroma motor yang angin-anginan.
"Dengan motor yang kompetitif mereka ada dan berjuang untuk gelar juara dunia. Menurut saya, pembalap bukan masalah, line-up Yamaha juga sangat kuat untuk musim depan," beber pembalap 41 tahun itu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko