Suara.com - Mercedes kembali ke puncak catatan waktu setelah Lewis Hamilton mengungguli Valtteri Bottas dengan margin 0,189 detik untuk finis 1-2 tim Silver Arrow pada sesi latihan bebas kedua F1 GP Austria, Jumat (2/7/2021).
Juara Grand Prix Styria pekan lalu Max Verstappen membawa Red Bull sebagai yang tercepat pada sesi latihan pertama, namun pada sesi sore sang pebalap Belanda berjarak 0,217 detik di belakang Hamilton di P3.
Verstappen mencetak waktu 1:05,7 menggunakan ban purwarupa yang dibawa Pirelli sebelum memperbaiki catatan waktunya menjadi 1:05,239 dengan ban medium di FP1.
Akan tetapi, pada sore hari Hamilton mampu lebih cepat menggunakan ban soft dengan waktu terbaik 1:04,523, demikian catatan laman resmi Formula 1.
"Mereka pasti punya sesuatu yang ekstra, saya tahu itu," kata Hamilton soal Red Bull seperti dikutip Antara dari Reuters.
"Tapi saya rasa kami membuat progres kecil hari ini. Saya rasa mereka masih lebih cepat 0,2 atau 0,15 (detik). Kami tentunya membuat sejumlah langkah kecil tapi tidak cukup, ini bukan 0,2.
"Saya tunggu mereka menggeber (mesin) sedikit lebih kencang besok,"
Hujan ringan turun di Sirkuit Red Bull Ring sore itu membuat trek lebih licin di 10 menit terakhir yang menghalangi para pebalap untuk lebih cepat dari catatan waktu awal mereka.
Duet tim Aston Martin finis P4 dan P5 ketika Lance Stroll lebih cepat 0,13 detik dari Sebastian Vettel.
Baca Juga: Hasil FP1 F1 GP Austria: Verstappen Tercepat, Duo Ferrari Membayangi
Rookie tim AlphaTauri Yuki Tsunoda mengalahkan rekan satu timnya Pierre Gasly dengan selisih sepersekian detik di P6 dan P7.
Fernando Alonso, yang sempat marah karena terhalang oleh Kimi Raikkonen ketika flying lap, finis P8 untuk tim Alpine setelah melewatkan FP1 karena mobilnya digunakan pebalap China Guanyu Zhou debut di sesi latihan bebas F1.
Verstappen akan mengincar kemenangan ketiganya secara beruntun, dan kelima di musim ini, ketika para fan Belanda memadati tribun yang akan menyambut jumlah penonton terbanyak selama musim yang terdampak pandemi.
Pebalap berusia 23 tahun itu memuncaki klasemen dengan keunggulan 18 poin dari Hamilton setelah delapan balapan.
Tim dan pebalap pada sesi pagi menguji ban baru Pirelli yang memiliki konstruksi lebih kuat, menyusul insiden kecelakaan di Grand Prix Azerbaijan pada 6 Juni lalu.
Ban baru tersebut bisa dipakai lagi di Grand Prix Britania apabila disetujui.
Berita Terkait
-
Juara Dunia 7 Kali Kembali! Sir Lewis Hamilton Podium Bersama Ferrari
-
4 Drama Menarik di Formula 1 GP China 2026: Menyala Mercedes!
-
Kimi Antonelli Antonelli Ukir Sejarah, Raih 'Pole Sitter' Termuda Formula 1
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
-
Mercedes-Benz Club Bekasi Raya Gelar Musda dan Tunjuk Presiden Baru
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya