Suara.com - Medali emas Olimpiade Tokyo 2020 yang diraih pasangan ganda putri Greysia Polii / Apriyani Rahayu menjadi modal penting bagi PBSI dalam menatap Olimpiade Paris 2024.
Hal itu disampaikan Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna dalam acara penyambutan kepulangan kloter terakhir kontingen Indonesia dari Olimpiade Tokyo di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Kamis (5/8/2021) dini hari WIB.
Bulutangkis Indonesia sukses melanjutkan tradisi medali emas Olimpiade lewat Greysia / Apriyani. Keduanya naik podium tertinggi setelah mengalahkan Chen Qing Chen / Jia Yi Fan (China) di partai final, Senin (2/8/2021).
Selain ganda putri ranking enam dunia itu, bulutangkis Indonesia turut meraih satu keping medali perunggu lewat tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting.
"Terima kasih kepada para atlet yang sudah memberikan kebanggaan, semoga prestasi ini bisa kita jaga dan memberikan kita modal agar pada Olimpiade Paris di 2024 kita menjadi lebih siap," kata Agung Firman Sampurna dalam rilis PBSI.
Agung menekankan bahwa PBSI di bawah kepemimpinannya tidak boleh berlama-lama istirahat pasca Olimpiade Tokyo. Sudah banyak event besar yang menunggu tim Indonesia seperti rangkaian BWF World Tour, Piala Sudirman, hingga Thomas dan Uber.
"Tidak tertahan rasa bangga yang membuncah dalam hati ini, tadi saya sudah bertemu dengan mereka (para peraih medali cabang bulutangkis) secara personal dan rasa bahagia atas kemenangan itu masih sangat terasa sekarang," ungkap Agung.
"Meskipun demikian saya katakan bahwa kita cuma punya waktu yang sebentar untuk beristirahat karena khusus olahraga bulutangkis kita harus mempersiapkan diri untuk turnamen internasional yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Yaitu Piala Sudirman dan Piala Thomas-Uber. Kita punya ambisi besar untuk mendapatkannya," tegasnya.
Piala Sudirman 2021 rencananya akan dihelat di Vantaa, Finlandia pada 23 September hingga 3 Oktober. Sepekan berselang, Thomas-Uber yang sudah tertunda satu tahun akan bergulir di Aarhus, Denmark. Tepatnya tanggal 9-17 Oktober.
Baca Juga: Komentari Greysia dan Apriyani Masuk Neraka karena Tak Berhijab, Akun Ini Disorot Netizen
Tag
Berita Terkait
-
Tiga Jet Tempur Kawal Kepulangan Tim Bulu Tangkis Taiwan dari Olimpiade Tokyo
-
7 Manfaat Merajut bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
-
Olimpiade Tokyo: Sebut Atlet Ukraina Wakil ROC, Panitia Minta Maaf
-
Garena Gratiskan Diamond Free Fire Seumur Hidup untuk Greysia Polly dan Apriyani Rahayu
-
Olimpiade Tokyo: Rajai 110m Lari Gawang, Hansle Parchment Sumbang Emas kepada Jamaika
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Indonesia Masters 2026 Kembali Digelar di Istora, Siap Hidupkan Kembali Atmosfer
-
Menang di Laga Perdana India Open 2026, Putri Kusuma Wardani Merasa Banyak Lakukan Kesalahan
-
Marc Marquez Pasang Target Juara Dunia MotoGP 2026
-
Jadwal Wakil Indonesia di India Open 2026, Mulai Tanding Hari Ini
-
Tunggal Putri India Ungkap Peran Pelatih asal Indonesia dalam Kebangkitannya
-
Popsivo Sapu Bersih Proliga 2026 di Pontianak dengan Kemenangan
-
4 Wakil Indonesia Siap Berlaga di India Open 2026, Jonatan Christie hingga Sabar/Reza
-
Performa Menanjak, Dua Pasangan Ganda Putri Ini Masuk Proyeksi Asian Games 2026
-
PBSI Resmi Kembali Rombak Ganda Putri, Apriyani Rahayu dan Siti Fadia Dipisah
-
Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Satu Grup dengan Malaysia