Suara.com - Carlo Paalam selangkah lagi mengukir sejarah menjadi petinju Filipina pertama yang meraih medali emas setelah sukses melaju ke final nomor kelas terbang (48-52kg) putra Olimpiade Tokyo, Kamis, mengalahkan wakil tuan rumah Ryomei Tanaka dengan angka mutlak 5-0.
Filipina memiliki sederet petinju terkenal, seperti mantan juara dunia delapan divisi berbeda Manny Pacquiao. Meski begitu, belum ada satu pun petinju Filipina yang mampu meraih emas di Olimpiade.
Kini, harapan ada di pundak Carlo Paalam yang akan berhadapan dengan petinju Inggris Raya Galal Yafai untuk memperebutkan emas di Kokugikan Arena, Sabtu (7/8), seperti dikutip laman Olympics.com.
Tinju memang menjadi cabang olahraga andalan Filipina mendulang medali di berbagai ajang besar, termasuk Olimpiade. Sejauh ini, cabang adu jotos itu telah menyumbang tujuh medali dengan rincian tiga perak dan empat perunggu di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.
Jumlah ini termasuk raihan satu perak dan perunggu di Olimpiade Tokyo. Pada Selasa (3/8), Nesthy Petecio yang turun di kelas bulu (54-57kg) putri harus puas dengan perak usai dibungkam petinju Jepang Sena Irie dengan 0-5. Meski begitu, Nesthy Petecio tercatat sebagai petinju putri pertama Filipina yang berhasil meraih perak.
Sementara perunggu didapat melalui Eumir Marcial yang turun di kelas menengah (69-75kg) putra. Pada laga semifinal, Kamis, ia kalah 2-3 dari petinju Ukraina Oleksandr Khyzhniak.
Filipina memiliki harapan besar meraih emas perdana dari cabang olahraga tinju melalui Carlo Paalam. Sepanjang penampilannya di Olimpiade Tokyo, petinju 23 tahun itu menunjukkan performa apik dengan selalu menang mudah atas lawan-lawannya.
Carlo Paalam juga merupakan andalan Filipina di berbagai ajang multievent, seperti SEA Games 2019 ketika menjadi tuan rumah dengan menyumbang emas di nomor yang sama. Sebelumnya, ia juga pernah meraih perunggu di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
Jika Carlo Paalam berhasil meraih emas, maka Filipina akan kembali mengukir sejarah dengan meraih emas kedua di Olimpiade Tokyo setelah sebelumnya lifter Hidilyn Diaz meraih prestasi tertinggi di cabang angkat besi nomor 55kg putri. (Antara)
Baca Juga: Takefusa Kubo Menonjol di Olimpiade Tokyo, Klub La Liga Antre Pinjam dari Real Madrid
Berita Terkait
-
Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina
-
Filipina Kembali Gempa Bumi Besar 6,2 SR
-
Kembali Beraktivitas, Kim Soo Hyun Gabung Proyek Iklan untuk Merek Filipina
-
Viral Aksi Heroik Nenek Lindungi Cucu Saat Gempa Dahsyat di Filipina
-
Bencana dan Ketimpangan Struktural: Menggugat Realitas di Balik Gempa Filipina Selatan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko