Suara.com - Kontingen Indonesia berpotensi menambah pundi-pundi medali di Paralimpiade Tokyo melalui dua wakil dari cabang olahraga para-atletik, Saptoyogo Purnomo dan Karisma Evi Tiarani yang bakal tampil pada Sabtu (4/9/2021).
Saptoyogo Purnomo bakal turun pada final nomor 200 meter putra T37 di Olympic Stadium pukul 08:27 WIB. Dia akan bersaing untuk menjadi yang terbaik bersama tujuh peserta lainnya.
Merujuk pada hasil perlombaan babak penyisihan, Jumat, langkah Saptoyogo diprediksi tak mudah dalam persaingan medali. Sebab, dia lolos ke final dengan catatan waktu 23,41 detik yang menempatkannya di urutan ketujuh.
Sementara para pesaing mencatatkan waktu lebih baik. Seperti Nick Mayhugh dari Amerika Serikat yang lolos ke final dengan catatan waktu 22,26 detik.
Kemudian Andrei Vdovin (Komite Paralimpiade Rusia) yang berada di urutan kedua dengan 22,94 detik. Posisi ketiga di tempati Ricardo Gomes de Mendonca dari Brazil dengan 22,96 detik.
Chermen Kobesov dari Komite Paralimpiade Rusia di posisi selanjutnya dengan 23,19 detik.
Kemudian Michal Kotkowski dari Polandia berada di bawahnya dengan 23,29 detik. Ada pula Ali Alnakhli dari Arab Saudi yang mencatatkan waktu 23,35 detik.
Sementara Saptoyogo satu tingkat di posisi terbawah yakni Christian Gabriel Luiz da Costa dari Brazil yang lolos ke final berbekal catatan waktu 23,80 detik.
Dari catatan waktu tersebut, Saptoyogo tampaknya harus berjuang ekstra untuk bisa meraih medali. Namun bukan tidak mungkin, dia mampu membuat kejutan.
Sebab, hal ini terjadi pada nomor 100 meter putra T37 ketika dia berhasil meraih perunggu meski hadir dengan status non-unggulan.
Pelatih Slamet Widodo berharap Saptoyogo dapat kembali tampil apik. "Saptoyogo (kemarin) tampil dalam situasi yang gerimis kemudian cuaca atau suhu agak dingin jadi menjadi sedikit kendala, tetapi ini sebenarnya semua atlet juga merasakan," katanya.
"Semoga untuk selanjutnya cuaca hampir sama diperkirakan hujan dan suhunya juga hampir sama, tetapi semoga Saptoyogo bisa tampil maksimal dan tetap semangat, apa pun situasinya," ujar Slamet Widodo.
Karisma Evi Jadi Harapan
Potensi medali Kontingen Indonesia bertambah di Paralimpiade Tokyo datang dari Karisma Evi Tiarani yang bakal turun pada nomor 100 meter putri T63 di Olympic Stadium, Jepang, Sabtu.
Dia akan mengawali lomba pada babak pertama heat dua yang dijadwalkan bergulir pukul 09:08 WIB, berbekal status pemegang rekor dunia untuk kelas T42 dengan catatan waktu 14,72 detik yang ditorehkan pada Kejuaraan Dunia Para Atletik 2019 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Berita Terkait
-
Reda Manthovani Bawa Indonesia Harum di Korea! Raih Gelar Grand Master Taekwondo Dunia
-
Raih Emas Paralimpiade, Annabelle Williams Ungkap Inspirasi Ketangguhan Bersama Mowilex
-
Kesulitan Sebut "Paralimpiade", Pidato Gibran di Hari Disabilitas Jadi Sorotan
-
10 Tahun Jokowi, Indonesia Juara Umum Paragames Tiga Kali Berturut-Turut dan Raih Medali Emas di Dua Paralimpiade
-
Berlangsung di Solo, Indonesia Para Badminton International 2024 Naik Level 2
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Marak Penyusup di Event Lari! 300 Personel Dikerahkan Amankan Rute Lari Pancasakti Run 2026
-
Kyrie Irving Datang ke Indonesia Disambut Antusias Freestyle Street Basket Tanah Air
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir