Suara.com - Usai enam tahun menanti, akhirnya Yamaha kembali bisa merasakan manisnya trofi gelar juara dunia yang diraih oleh Fabio Quartararo.
Gelar yang sudah dipastikan oleh tim pabrikan ini sontak membuat sang bos Massimo Meregalli girang.
Dilansir dari GP One, Meregalli mengatakan bahwa terkait torehan ini, ia menemukan kesamaan Quartararo dengan pembalap legenda, Valentino Rossi.
"Mulanya saya mengira mustahil bagi kami untuk mengamankan gelar di sini. Francesco Bagnaia berada di depan dan banyak squadron Ducati siap mempersulit laju Quartararo," tuturnya.
"Kami memikirkan bahwa mungkin posisi terbaik yang bisa ia raih adalah urutan 5 atau 6. Namun setelah Bagnaia jatuh, beban besar di pundak kami hilang," lanjutnya.
"Quartararo kuat dan penuh determinasi. Kami dikejutkan dengan bagaimana ia menikmati balapan, membuatnya mengalami stres lebih sedikit, dia membawa rasa senang di garasi, kualitas ini terlihat seperti Valentino Rossi," imbuhnya.
Menurut Meregalli, ia menyayangkan bahwa karier Rossi harus berakhir dalam kondisi yang kurang apik.
"Rossi berhasil meraih apa yang sulit ditiru pembalap lain, sangat disayangkan jika ia harus mengakhiri karir balapnya seperti ini," pungkasnya.
Baca Juga: MotoGP Tengah Siapkan Teknologi Canggih Guna Redam Insiden Tabrakan, Apa Itu?
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya