Suara.com - Finis di urutan 14 pada MotoGP Algarve, Andrea Dovizioso tetap tenang meski sedikit kecewa.
Sejak kembali balapan di MotoGP bersama Petronas Yamaha, performa Dovizioso kian melempem dan tak lagi mampu masuk podium.
Hal ini tentu sangat dipengaruhi performa motor, setidaknya itulah yang dikatakan oleh pembalap Italia tersebut pada GP One.
"Sebetulnya dibanding balapan sebelumnya, saya telah membuat beberapa peningkatan, kecepatan saya telah meningkat, namun situasi saya sulit," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa tunggangan yang ia gunakan tahun depan bakal berbeda, sehingga kemungkinan untuk kembali kompetitif masih ada.
"Saya tak punya paket yang kompetitif. Untungnya motor ini bukanlah tunggangan tahun depan," tutur Dovizioso.
"Saya akan menjajal versi dasar dari motor 2022. Motor ini belum pasti, saya masih harus melakukan banyak tes," tutupnya.
Setelah MotoGP Valencia, Dovizioso masih harus melakukan persiapan agar langkahnya bersama Yamaha di musim depan tak terseok-seok.
Sejak kembali ke MotoGP September lalu, mantan pembalap Ducati ini masih belum bisa tampil kompetitif. Akankah rekan setim terakhir Valentino Rossi di MotoGP ini akan tampil garang seperti saat berseragam merah?
Baca Juga: Fabio Quartararo Curhat tentang Motor Yamaha, Sudah Juara Kok Masih Mengeluh?
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Jadi Unggulan di Libema Open 2026
-
Tak Menyangka Juara Indonesia Open, Victor Lai: Rasanya Masih Bermimpi
-
Fukushima/Matsumoto Terpukau Dukungan Penonton Istora Usai Juara Indonesia Open 2026
-
An Se-young: Saya Tidak Mau Kalah, Hanya Ingin Menang
-
Raymond/Joaquin Petik Pelajaran Berharga Usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
-
Kimi Antonelli Juara GP Monaco 2026, Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen F1
-
Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Jadi Atlet Indonesia Pertama Juara Lead di World Climbing Series
-
Bandung Arena Membara! Satria Muda Sukses Balas Dendam, Bekuk Bogor Hornbills demi Samakan Kedudukan
-
Drama Balas Dendam dan Kejutan Besar Warnai Pembukaan Campus League The Nationals 2026
-
Raymond/Joaquin Dijegal Ganda Malaysia, Tuan Rumah Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026