- Atlet Indonesia Putra Tri Ramadani meraih medali emas nomor lead di World Climbing Series Praha 2026.
- Putra mencatatkan sejarah sebagai atlet Indonesia pertama yang menjuarai nomor lead dengan mengalahkan atlet elit dunia.
- Keberhasilan ini dicapai melalui performa maksimal di babak final setelah mengevaluasi pengalaman kompetisi di Slovenia tahun 2025.
Suara.com - Atlet panjat tebing kebanggaan Indonesia, Putra Tri Ramadani, baru saja mencatatkan tinta emas dalam sejarah olahraga nasional.
Pemuda yang akrab disapa Srondeng itu berhasil menyabet medali emas nomor lead pada ajang bergengsi World Climbing Series Praha 2026.
Prestasi yang diraih di Republik Ceko pada Senin dini hari WIB tersebut menobatkan dirinya sebagai atlet Indonesia pertama yang mampu meraih gelar juara disiplin lead di level dunia.
Bungkam Dominasi Pemanjat Elite Jepang dan Austria
Putra Tri Ramadani tampil memukau di babak final dengan membukukan skor tertinggi, yakni 43 poin, untuk memastikan posisi di podium utama.
Catatan poin tersebut sekaligus membungkam perlawanan penantang terkuat asal Jepang, Neo Suzuki, yang harus puas meraih medali perak dengan skor 39.
Kejutan tidak berhenti di situ karena Putra juga berhasil mengungguli wakil Austria, Jakob Schubert, yang finis di posisi ketiga dengan skor 37.
Keberhasilan ini menjadi lompatan besar bagi reputasi panjat tebing Indonesia yang selama ini lebih dikenal sebagai penguasa nomor kecepatan (speed).
Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan anak asuhnya di tanah Eropa.
Baca Juga: Misi Rebut Tiket Asian Games 2026, Tim Panjat Tebing Indonesia Berangkat ke China
"Srondeng membuat sejarah," ujar Wahyu Pristiawan Buntoro saat memberikan keterangan resmi dari Jakarta menyambut kabar gembira tersebut.
Perjuangan Menaklukkan Jalur Ekstrem Praha
Perjalanan Putra menuju tangga juara sama sekali tidak mudah karena ia harus berhadapan dengan tujuh pemanjat elite dunia yang mendominasi peringkat atas.
Ia dipaksa memeras seluruh tenaga dan kreativitasnya untuk melewati jalur panjat yang didesain dengan tingkat kesulitan sangat tinggi.
Putra mengakui bahwa kondisi fisiknya benar-benar diuji hingga mencapai batas maksimal saat mencoba menembus bagian atas dinding panjat.
"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram)," kata Putra.
Berita Terkait
-
Misi Balas Dendam di Madrid! Tim Panjat Tebing Indonesia Bidik Jasil Maksimal di China
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Desak/Kadek Pecahkan Rekor Dunia, Panjat Tebing Indonesia Rebut Emas Speed Relay di Sanya 2026
-
Jannah Fokus Tampil Maksimal Demi Tiket Asian Games 2026
-
Ikuti Kejuaraan Asia, Tim Panjat Tebing Indonesia Terbang ke China
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
Terkini
-
Bandung Arena Membara! Satria Muda Sukses Balas Dendam, Bekuk Bogor Hornbills demi Samakan Kedudukan
-
Drama Balas Dendam dan Kejutan Besar Warnai Pembukaan Campus League The Nationals 2026
-
Raymond/Joaquin Dijegal Ganda Malaysia, Tuan Rumah Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
-
Kalahkan Jojo di Indonesia Open 2026, Victor Lai Akui Dilatih Orang Indonesia
-
Jonatan Christie Tersungkur di Istora, Puasa Tunggal Putra Merah Putih di Indonesia Open Berlanjut
-
An Se-young Pertahankan Gelar Indonesia Open 2026, Rahasianya Bukan Target Juara
-
Hattrick Gelar di Asia! Christiansen/Boje Nangis Haru Usai Rajai Indonesia Open 2026
-
Target Terapkan Sistem Home-Away, Campus League Teken MoU dengan UPH
-
Ganda Putri Indonesia Tunjukkan Progres Signifikan, Karel: Sebelum Kalah, Kita Tarung Dulu!
-
Jadwal Final Indonesia Open 2026: Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin Bidik Takhta Juara di Istora!