Sport / balap
Arief Apriadi
Mantan Kepala Divisi Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Dyan Dilato. [Instagram/@Dyan.Dilato]

Suara.com - Mantan Kepala Divisi Operasional Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Dyan Dilato buka suara terkait isu dugaan menghina marshal yang dirinya lakukan jelang ajang World Superbike (WSBK).

Dyan Dilato menegaskan bahwa pernyataannya terkait kinerja marashal yang bertugas di Sirkuit Mandalika cuma candaan antar teman.

Dia justru menyalahkan wartawan yang mengutip komentar off the record --informasi narasumber yang tak boleh disiarkan-- miliknya.

Klarifikasi itu disampaikan Dyan Dilato lewat pesan singkat. Dia menganggap isu yang beredar telah mencemarkan nama baiknya.

Baca Juga: MGPA Pastikan IATC Digelar Bareng WSBK di Sirkuit Mandalika Akhir Pekan Ini

"Saya Dyan Dilato tidak pernah membuat pernyataan apapun ke seluruh media khususnya Klik Mataram mengenai balap ATC tentang Marshall," kata Dyan Dilato.

“Ada pun tulisan tersebut, hanyalah WA [WhatsApp] candaan kepada teman dan bukan secara resmi. Apalagi membawa nama MGPA."

Dyan Dilato saat ini telah dipecat oleh MGPA, meski belakangan Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan mengundurkan diri.

Dyan Dilato mengundurkan diri menyusul dugaan penghinaan yang dia lakukan terhadap marshal atau petugas sirkuit pasca ditundanya balapan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2021 pada pekan lalu.

"Kami atas nama perusahaan penyelenggara mohon maaf atas perkataan beliau yang menyakiti hati masyarakat NTB terutama tim marshal," kata Direktur utama MGPA Ricky Baheramsjah dikutip dari Antara, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga: Hina Marshal, Petinggi MGPA Mundur Jelang World Superbike (WSBK)

"Kami paham bahwa menghina dan apapun yang terjadi di lapangan bukanlah hal yang profesional," Ricky melanjutkan.

Komentar

terkini