Suara.com - Timnas basket Indonesia akan memulai perjuangan di Kualifikasi FIBA World Cup 2023. Mereka bakal memainkan laga pertama Grup C pada Sabtu (27/11/2021) pukul 02.00 WIB.
Di Kualifikasi FIBA World Cup 2021, timnas basket Indonesia tergabung di Grup C bersama Lebanon, Jordania, dan Arab Saudi. Nama pertama akan menjadi ujian perdana Skuad Garuda di Zouk Mikael Arena, Lebanon.
Menatap pertandingan ini, asisten pelatih timnas basket Indonesia, Wahyu Widayat Jati menegaskan bahwa para pemain sudah siap bertempur.
Para pemain penuh semangat, setelah melakukan aklimatisasi alias adaptasi dengan cuaca di Lebanon sejak tiba dari Amerika Serikat pada 24 November 2021.
"Cuaca di sini (Lebanon, red) seperti di Malang (Jawa Timur). Kalau pagi dan malam dingin. Siang-siang lumayan hangat. So far, gak ada masalah dengan cuaca," ungkap Wahyu Widayat Jati dalam keterangan tertulis.
Pelatih yang akrab disapa Cacing ini menjelaskan bahwa timnas basket Indonesia sangat mewaspadai Lebanon yang menurutnya memiliki kualitas pemain yang sangat baik.
Lebanon diperkuat oleh dua bigman dan point guard yang punya size dan memiliki skill yang mumpuni.
Di posisi point guard ada Ali Mansour dan Jad Khalil. Kemudian ada center Ater Majok yang memiliki tinggi 2,1 meter. Itu belum Mohamed Ali Haidar yang juga memiliki tinggi lebih dari 2 meter.
"Kelebihan mereka itu akan menjadi perhatian lebih dari kami. Namun kami sudah tahu bagaimana menghadapi mereka. Kami harus bisa memanfaatkan kecepatan dan memaksimal akurasi tembakan," terang Cacing.
Baca Juga: Dihantam Yordania, Indonesia Batal Kunci Semifinal FIBA Asia Putri
Diakui Cacing, selama training camp di Las Vegas, Amerika Serikat, materi latihan memang khusus untuk menghadapi Lebanon. Selama persiapan, penggawa Timnas dituntut untuk bisa mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik.
"Kami mempersiapkan diri selama latihan di Las Vegas untuk bermain lebih agresif lagi di offense dan defense sesuai dengan sistem bermain yang sudah dibuat head coach. Semoga kita punya kesempatan untuk bisa ambil satu game melawan Lebanon," tukasnya.
Pada window pertama Kualifikasi FIBA World Cup 2023, Timnas basket Indonesia memiliki dua game melawan Lebanon.
Pertama, saat berstatus tim tamu pada sabtu hari nanti dan yang kedua saat menjadi tuan rumah pada 29 November mendatang. Pertandingan home Indonesia sekalian digelar di Lebanon karena pertimbangan pandemi Covid 19.
Kualifikasi FIBA World Cup 2023 adalah satu dari dua jalur yang bisa ditempuh Indonesia untuk bisa tampil di putaran final Piala Dunia dua tahun mendatang.
Satu jalur lainnya adalah lewat FIBA Asia Cup 2021 di mana Indonesia diminta FIBA untuk bisa lolos setidaknya hingga perdelapan final.
Tag
Berita Terkait
-
Tanding Dua Kali di Lebanon, Ini Target Timnas Basket Indonesia
-
Lin Chi Wen: Timnas Basket Putri Indonesia Butuh Tampil Lebih Banyak Lagi
-
Tundukkan Kazakhstan, Indonesia Tutup Penampilan di FIBA Asia Putri
-
Kalah dari Lebanon, Indonesia Gagal Promosi ke Divisi A FIBA Asia Putri
-
Hajar Iran, Indonesia ke Semifinal FIBA Asia Putri 2021
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Hasil Singapore Open 2026: Jonatan Christie Langsung Tersingkir di Babak Pertama
-
Hasil Undian Indonesia Open 2026: Alwi Farhan Dipastikan Bersua Lakshya Sen
-
Misi Balas Dendam di Madrid! Tim Panjat Tebing Indonesia Bidik Jasil Maksimal di China
-
Tersingkir dari Singapura Open, Amallia/Fadia Langsung Fokus ke Indonesia Open 2026
-
Terjegal di Singapura, Tiwi/Fadia Geber Persiapan Jelang Indonesia Open 2026
-
Kejurnas Passion Drift 2026 Bandung: Drifter Kembar 13 Tahun Bikin Geger Kelas PRO AM
-
Kiandra Ramadhipa Petik Banyak Pelajaran dari Debut Moto3 Junior, Siap Bangkit di Estoril
-
Kiandra Ramadhipa Tembus Lima Besar Klasemen Sementara Moto3 Junior 2026
-
Raymond/Joaquin Resmi Mundur dari Singapore Open 2026, Ini Alasannya
-
Kimi Antonelli Juara GP Kanada 2026, Perlebar Keunggulan di Klasemen F1