Suara.com - Usai menjadi juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir kini tampak berusaha mati-matian untuk berjibaku masuk dalam perebutan gelar agar bisa mengulangi capaian ajaibnya dua tahun silam.
Mir menuding bahwa perkembangan pesat motor pabrikan rival menjadi biang keladi sulitnya naik podium bagi Suzuki di 2021-2022.
Dilansir dari Crash, Mir menilai bahwa perkembangan Suzuki kurang revolusioner.
"Honda dan Ducati berganti mesin secara penuh, tapi tidak dengan kami. Karakter motor kami tidak berubah," tutur pria Spanyol tersebut.
"Perkembangan ini bukanlah revolusi, cuma evolusi biasa, khususnya perihal performa di saat putaran mesin tinggi," lanjutnya.
"Selain itu sekarang kami memakai holeshot device, dulu belum pakai," imbuhnya.
Walaupun Mir menganggap bahwa ubahan di kubu Suzuki tidak sesignifikan pabrikan rival, namun faktanya tim biru-silver tersebut berhasil mencetak rekor kecepatan 355,7 km/jam.
Akankah Suzuki kembali membuat kejutan seperti pada 2020? Ditambah dengan hadirnya Livio Suppo sebagai nahkoda tim, hal ini bisa saja terjadi.
Baca Juga: Soroti Podium Brad Binder di MotoGP Qatar, Marc Marquez Heran dengan Performa KTM
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko