PBSI sendiri memberikan dukungan penuh terhadap pemulihan Gregoria. Ia bahkan mendapat pendamping khusus di luar pelatih teknik untuk mendampinginya dalam latihan keseimbangan dan aktivitas motorik ringan.
“Selama ini saya ditemani satu orang pendamping khusus, untuk bantu latihan gerakan sederhana seperti dari duduk ke berdiri, atau bangun dari tiduran. Dia juga bisa komunikasi langsung ke pelatih soal kondisi saya,” jelas pemain yang kini berada di peringkat delapan dunia tersebut.
Mengenai kemungkinan permintaan pembekuan ranking BWF, Gregoria menjelaskan bahwa hal itu tampaknya belum akan dilakukan, mengingat dirinya masih optimistis bisa kembali bertanding di Japan Open.
Ia menambahkan bahwa pembekuan ranking biasanya bisa dilakukan jika pemain absen selama minimal tiga bulan.
“Minimum tiga bulan. Aku rasa aku mau main Japan Open, itu kurang dari tiga bulan. Jadi optimis bisa ke Japan Open 2025,” katanya.
Sebagai catatan, pada edisi Japan Open tahun 2024 lalu, Gregoria juga absen.
Pencapaian terbaiknya di turnamen level Super 750 itu diraih pada tahun 2023, ketika ia sukses melaju hingga babak semifinal sebelum dihentikan oleh pebulu tangkis China, He Bingjiao, dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 19-21, 9-21.
Kini, harapan besar tertuju pada pemulihan penuh sang atlet agar bisa kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung bulu tangkis dunia.
Baca Juga: Indonesia Masters 2025: Gregoria Mariska Bersiap Hadapi Unggulan Korea
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Surabaya Samator Sikat Garuda Jaya, Kunci Peringkat Ketiga Proliga 2026
-
Timnas Hoki Putri Indonesia Optimis Lolos ke Asian Games 2026
-
Tim Indonesia Siap Bungkam Aljazair, Kapten Fajar Wanti-wanti Mental Para Debutan
-
Tim Thomas Indonesia Waspadai Aljazair di Laga Perdana Piala Thomas 2026
-
Tim Indonesia Berharap Tuah Venue Kecil di Piala Thomas dan Uber 2026
-
Ortuseight Dorong Performa Atlet Lewat Inovasi Sepatu Hybrid dan Track Field
-
Jelang Debut di Piala Uber 2026, Febi Setianingrum: Tegang, Tapi Saya Yakin
-
Adaptasi Shuttlecock Cepat Jadi Fokus Tim Indonesia Jelang Piala Thomas & Uber 2026
-
Pelatih Jakarta Garuda Jaya Ungkap Kunci Kemenangan atas Samator
-
Jakarta Electric PLN Paksa Laga Penentuan, Tumbangkan Popsivo 3-2