- Komite Olimpiade Indonesia berhasil diplomasi agar Rizki dan Rahmat bertanding di kelas berbeda Olimpiade 2028.
- Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah akan bertanding di kelas 75 kg dan 85 kg pada 2028.
- Pemecahan kelas ini bertujuan memaksimalkan peluang Indonesia meraih medali emas dari cabang angkat besi.
Suara.com - Performa apik ditunjukkan dua lifter andalan Indonesia, Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin Abdullah di SEA Games 2025.
Keduanya sukses menyumbangkan medali emas untuk kontingen Merah Putih di kelas yang berbeda.
Kini, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari memastikan bahwa institusinya telah melakukan diplomasi dengan federasi angkat besi dunia agar keduanya dapat bertanding di dua kelas yang berbeda pada Olimpiade 2028.
"Untuk diketahui, hasil dari diplomasi tersebut adalah pada Olimpiade Los Angeles 2028 nanti, Rizki dan Rahmat tidak lagi berada di kelas yang sama, melainkan akan bertanding di nomor 75 kg dan 85 kg," kata Okto melansir ANTARA, Kamis (25/12/2025).
"Jika kemarin di nomor 79 kg Rizki meraih emas, dan Rahmat di kelas 88 kg juga meraih emas, Insya Allah nanti pada 2028 di kelas 75 kg mudah-mudahan Rizki kembali meraih emas, dan Rahmat meraih emas di kelas 85 kg. Setelah ini, kita akan kembali mengukur kemampuan di Asian Games 2026," katanya melanjutkan.
Pada SEA Games 2025, Rizki menjadi pemenang medali emas kelas 79 kilogram putra. Selain meraih medali emas, ia juga memecahkan rekor dunia kelas 79 kilogram putra untuk angkatan clean and jerk yakni 205 kilogram, dan total angkatan 365 kilogram.
Catatan ini mengantarkan Rizki memecahkan rekor Asia dan rekor dunia untuk angkatan clean & jerk putra kelas 79 kg, yang sebelumnya tercatat seberat 204 kg.
Sementara itu Rahmat memenangi medali emas kelas 88 kilogram putra berkat total angkatan 362 kilogram.
Peraturan Olimpiade memang hanya mengizinkan satu negara diwakili satu orang atlet untuk setiap kelas berat.
Baca Juga: Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin akan Tampil di Kelas yang Berbeda pada Olimpiade 2028
Baik Rizki dan Rahmat sama-sama mengukir prestasi sebagai atlet angkat besi kelas 73 kilogram.
Rahmat merupakan pemenang medali emas angkat besi Asian Games Hangzhou 2022 di kelas tersebut, sedangkan Rizki adalah pemenang medali emas Olimpiade Paris 2024.
Pada Pekan Olahraga Nasional 2024, Rahmat memenangi medali emas kelas 73 kilogram, sedangkan Rizki yang mewakili Banten memenangi medali emas kelas 89 kilogram.
Dengan dipisahkannya kedua atlet itu dalam dua kelas berat, maka Okto menilai hal itu akan memperbesar peluang Indonesia untuk mendapatkan medali emas dari cabang angkat besi.
“Pembinaan olahraga prestasi memang selalu bertahap dan berproses. Kami ingin mengimbau diri kami sendiri dan seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita, para pelaku olahraga yang terlibat di dunia olahraga, harus menghargai proses, bukan hanya hasil,” ujar Okto.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya