- RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang mulai beroperasi terbatas sejak 9 Desember 2025 pasca lumpuh akibat banjir besar.
- Banjir setinggi tiga meter merusak fasilitas vital rumah sakit, termasuk menghentikan layanan ambulans secara total.
- Pemulihan melibatkan pembersihan bersama dan pengerahan ratusan relawan kesehatan untuk menjamin akses layanan darurat.
Suara.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang, mulai kembali melayani masyarakat setelah sempat lumpuh total akibat banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatra pada akhir November 2025.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir dengan ketinggian air hingga tiga meter disertai lumpur tebal lebih dari 30 sentimeter merendam seluruh bangunan rumah sakit dan melumpuhkan hampir seluruh layanan kesehatan.
"Fasilitas medis, sarana penunjang, hingga prasarana vital mengalami kerusakan berat. Bahkan, peralatan penting seperti mobil ambulans tak lagi dapat digunakan untuk melayani masyarakat setelah banjir surut," kata Abdul dalam keterangan di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut membuat RSUD Muda Sedia tidak dapat beroperasi normal selama beberapa waktu setelah banjir surut. Aktivitas layanan kesehatan praktis terhenti, sementara warga Aceh Tamiang masih membutuhkan akses layanan medis pascabencana.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Personel TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk membersihkan lumpur serta puing yang menutup area rumah sakit.
Di saat bersamaan, Kementerian Kesehatan bersama BNPB, Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, serta relawan kesehatan mulai melengkapi kembali peralatan medis agar layanan dasar dapat segera dibuka.
Abdul menjelaskan, untuk menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat, Kementerian Kesehatan menurunkan ratusan relawan kesehatan ke Aceh Tamiang.
"Di Aceh Tamiang, relawan tersebut terdiri dari 125 dokter spesialis, 220 dokter umum dan dokter gigi, 67 apoteker, 312 bidan dan perawat, 117 tenaga medis lainnya, serta 123 tenaga nonmedis," ungkapnya.
Tak hanya bertugas di RSUD Muda Sedia, para relawan ini juga disebar ke fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan hingga desa untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum hingga penanganan kasus gawat darurat, menjangkau masyarakat yang masih terdampak langsung oleh bencana.
Baca Juga: Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sejak 9 Desember 2025, RSUD Muda Sedia mulai kembali membuka layanan kesehatan meski masih dalam kondisi terbatas.
Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sementara difungsikan sekaligus sebagai ruang rawat inap bagi pasien dengan kondisi medis ringan. Sejumlah ruang rawat inap lainnya juga mulai digunakan untuk pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan. Selain itu, satu ruangan khusus telah difungsikan untuk pelayanan bedah minor dan persalinan.
Ia menegaskan, pemulihan RSUD Muda Sedia tidak hanya soal memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi memastikan masyarakat Aceh Tamiang kembali memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak pascabencana.
Berita Terkait
-
Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari
-
Momen Gibran Kasih Perintah Gubernur Kalsel di Depan Warga: Tolong Aspirasi Mahasiswa Diselesaikan
-
Pascabanjir di Halmahera Barat, Puluhan Rumah Rusak dan Ribuan Warga Terdampak
-
Dari Escudo hingga Terrano, 5 Mobil Bekas di 50 Jutaan Tahan Banjir Selutut
-
Mengais Harapan dengan Kursi Roda: Logistik di Dapur Darurat Pasca-Banjir Aceh
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
-
DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main
-
Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita