News / Nasional
Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:14 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang, mulai kembali melayani masyarakat setelah sempat lumpuh total akibat banjir besar yang melanda 3 provinsi di Sumatra. (Suara.com/Lilis Varwati)
Baca 10 detik
  • RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang mulai beroperasi terbatas sejak 9 Desember 2025 pasca lumpuh akibat banjir besar.
  • Banjir setinggi tiga meter merusak fasilitas vital rumah sakit, termasuk menghentikan layanan ambulans secara total.
  • Pemulihan melibatkan pembersihan bersama dan pengerahan ratusan relawan kesehatan untuk menjamin akses layanan darurat.

Suara.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia, Aceh Tamiang, mulai kembali melayani masyarakat setelah sempat lumpuh total akibat banjir besar yang melanda tiga provinsi di Sumatra pada akhir November 2025.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, banjir dengan ketinggian air hingga tiga meter disertai lumpur tebal lebih dari 30 sentimeter merendam seluruh bangunan rumah sakit dan melumpuhkan hampir seluruh layanan kesehatan.

"Fasilitas medis, sarana penunjang, hingga prasarana vital mengalami kerusakan berat. Bahkan, peralatan penting seperti mobil ambulans tak lagi dapat digunakan untuk melayani masyarakat setelah banjir surut," kata Abdul dalam keterangan di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut membuat RSUD Muda Sedia tidak dapat beroperasi normal selama beberapa waktu setelah banjir surut. Aktivitas layanan kesehatan praktis terhenti, sementara warga Aceh Tamiang masih membutuhkan akses layanan medis pascabencana.

Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Personel TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk membersihkan lumpur serta puing yang menutup area rumah sakit.

Di saat bersamaan, Kementerian Kesehatan bersama BNPB, Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, serta relawan kesehatan mulai melengkapi kembali peralatan medis agar layanan dasar dapat segera dibuka.

Abdul menjelaskan, untuk menjamin pelayanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat, Kementerian Kesehatan menurunkan ratusan relawan kesehatan ke Aceh Tamiang.

"Di Aceh Tamiang, relawan tersebut terdiri dari 125 dokter spesialis, 220 dokter umum dan dokter gigi, 67 apoteker, 312 bidan dan perawat, 117 tenaga medis lainnya, serta 123 tenaga nonmedis," ungkapnya.

Tak hanya bertugas di RSUD Muda Sedia, para relawan ini juga disebar ke fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan hingga desa untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum hingga penanganan kasus gawat darurat, menjangkau masyarakat yang masih terdampak langsung oleh bencana.

Baca Juga: Aceh Masih 'Lumpuh', Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Hingga 22 Januari

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sejak 9 Desember 2025, RSUD Muda Sedia mulai kembali membuka layanan kesehatan meski masih dalam kondisi terbatas.

Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sementara difungsikan sekaligus sebagai ruang rawat inap bagi pasien dengan kondisi medis ringan. Sejumlah ruang rawat inap lainnya juga mulai digunakan untuk pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan. Selain itu, satu ruangan khusus telah difungsikan untuk pelayanan bedah minor dan persalinan.

Ia menegaskan, pemulihan RSUD Muda Sedia tidak hanya soal memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi memastikan masyarakat Aceh Tamiang kembali memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak pascabencana.

Load More