Sport / Arena
Kamis, 30 April 2026 | 20:04 WIB
Megawati Hangestri Pertiwi mundur dari timnas voli putri Indonesia [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Megawati Hangestri Pertiwi resmi mengundurkan diri dari skuad Timnas voli putri Indonesia menjelang rangkaian turnamen internasional tahun 2026.
  • Keputusan tersebut didasari oleh pertimbangan kondisi fisik, pengembangan karier profesional, rencana pribadi, serta masalah cedera lutut yang dialami.
  • Absennya Megawati sebagai pilar utama di posisi opposite dipastikan akan mengurangi kekuatan timnas secara signifikan pada kompetisi mendatang.

Suara.com - Bintang andalan Timnas voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi secara resmi memutuskan untuk mundur dari skuad nasional menjelang serangkaian turnamen internasional penting.

Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) telah mengonfirmasi keputusan ini setelah menerima surat pengunduran diri resmi dari sang pemain.

Federasi menyatakan menghormati dan mendukung penuh langkah yang diambil oleh pevoli asal Jember tersebut.

Lantas, apa yang menjadi alasan utama di balik keputusan besar ini Berdasarkan pernyataan resmi, keputusan Megawati didasari oleh tiga pertimbangan utama yakni kondisi fisik, pengembangan karier profesional, dan rencana pribadi.

"Keputusan ini saya ambil dengan pertimbangan yang matang, termasuk fokus pada pengembangan karier profesional, kondisi fisik, serta rencana pribadi ke depan. Saya percaya ini adalah langkah terbaik yang dapat saya ambil saat ini," kata Megawati.

Selain tiga alasan resmi tersebut, sebelumnya santer beredar kabar bahwa Megawati juga sedang berjuang dengan masalah cedera lutut.

Cedera ini disebut-sebut sudah ia rasakan sejak masih aktif membela klubnya, Red Sparks, di kompetisi Liga Voli Korea.

Keputusan mundur ini datang di saat yang sangat krusial. Timnas voli putri sedang dalam persiapan untuk menghadapi tiga ajang penting di pertengahan tahun 2026, yaitu AVC Nations Cup, SEA V League, dan AVC Continental Cup.

Absennya Megawati yang selama ini menjadi pilar utama di posisi opposite, jelas menjadi kehilangan yang sangat besar dan mengurangi kekuatan tim secara signifikan.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah, Indonesia Punya Dua Misi di AVC Mens Volleyball Champions League 2026

Load More