Sport / Raket
Rabu, 20 Mei 2026 | 12:41 WIB
Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat (PBSI)
Baca 10 detik
  • Ganda putra Indonesia Rian/Rahmat tersingkir di babak 32 besar Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari wakil Jepang.
  • Kekalahan terjadi akibat kurangnya penguasaan bola depan, masalah servis, serta kesalahan sendiri selama bertanding di Axiata Arena.
  • Pemain kini fokus mengevaluasi performa dan meningkatkan kualitas latihan demi meraih hasil maksimal pada ajang Indonesia Open 2026.

Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat memastikan semangat mereka tidak surut meski langkahnya terhenti pada babak 32 besar BWF World Tour Super 500 Malaysia Masters 2026. Keduanya kini mengalihkan fokus untuk tampil lebih baik pada Super 1000 Indonesia Open 2026 yang berlangsung 2-7 Juni.

Rahmat menegaskan hasil kurang memuaskan di sejumlah turnamen terakhir tidak membuat mereka kehilangan motivasi untuk bangkit.

“Dari hasil-hasil pertandingan kami kurang baik, tapi itu bukan jadi halangan ke depan. Kami pasti mau coba lebih baik lagi, nanti coba di Indonesia Open. Semoga hasilnya lebih memuaskan,” ujar Rahmat dalam keterangan resmi PP PBSI, Selasa.

Pada pertandingan di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rian/Rahmat kalah dari unggulan kedua asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 18-21, 18-21.

Rian menilai penampilan mereka sebenarnya cukup baik dan berjalan lancar tanpa kendala cedera. Namun, pasangan Indonesia masih kalah dalam detail permainan dari lawannya.

“Pertama-tama tetap mengucap syukur, alhamdulillah bermain dengan lancar dan tanpa cedera. Pertandingan hari ini tidak mudah karena lawan juga pasangan yang sangat baik dan sudah lama berpartner,” kata Rian.

Menurut Rian, kekalahan tersebut dipengaruhi kurang maksimalnya penguasaan bola depan, servis, hingga terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri yang mampu dimanfaatkan lawan.

“Jadi kuncinya tadi harus pegang di bola depan, servis dan pembukaannya. Juga tidak boleh gampang mati sendiri,” ujarnya.

Rian juga mengakui performa mereka dalam beberapa turnamen terakhir masih belum sesuai target. Hasil terbaik sejauh ini datang saat tampil di All England dengan menembus perempat final.

Baca Juga: Harga Lengkap Tiket Indonesia Open 2026, Paling Murah Rp40 Ribu

“Dari beberapa turnamen terakhir mungkin paling bagus di All England yang sampai delapan besar. Selain itu kami banyak kalah di babak pertama. Kami perlu banyak evaluasi dan tambahan latihan untuk mengejar level yang diharapkan,” katanya.

Sementara itu, Rahmat mengatakan mereka sudah berusaha maksimal di pertandingan tersebut. Namun, adaptasi terhadap kondisi lapangan dan shuttlecock dinilai belum berjalan optimal.

“Kami sudah mencoba sebaik mungkin. Selain harus siap dengan pola, kami juga harus cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan, angin, dan shuttlecock. Sayang hasilnya kurang memuaskan,” ujar Rahmat.

Meski kembali harus angkat koper lebih awal, pasangan Indonesia itu memastikan tetap termotivasi untuk bangkit dan memburu hasil lebih baik pada Indonesia Open 2026 nanti.

(Antara)

Load More