Sport / Raket
Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:21 WIB
Kevin Sanjaya mengaku tak ingin putrinya menjadi atlet profesional. Ia menilai risiko terlalu besar dan peluang menjadi juara sangat kecil.(Instagram/@kevin_sanjaya)
Baca 10 detik
  • Mantan atlet bulu tangkis Kevin Sanjaya menyatakan tidak ingin putrinya, Avery Victoria, menjadi seorang atlet profesional.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Kevin di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026, terkait tantangan berat karier atlet.
  • Kevin beralasan persaingan level profesional terlalu berisiko, namun tetap mengizinkan sang putri bermain bulu tangkis sebagai hobi.

Suara.com - Mantan primadona bulu tangkis dunia asal Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo, secara mengejutkan mengaku tidak ingin mengarahkan putrinya untuk mengikuti jejaknya.

Meski menyandang status sebagai legenda dengan segudang prestasi, ia memilih untuk tidak memproyeksikan sang buah hati, Avery Victoria Sukamuljo, menjadi atlet profesional.

Keputusan besar ini diambil karena sang ayah sangat memahami betapa berat dan kerasnya persaingan di level tertinggi dunia bulu tangkis.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan pasangan Marcus Fernaldi Gideon itu saat ditemui awak media di Jakarta pada Jumat (5/6/2026).

Kevin Sanjaya dan Valencia Tanoesoedibjo Dikaruniai Anak Pertama. (Instagram/valenciatanoe)

Suami Valencia Tanoesoedibjo ini secara blak-blakan menyebut dunia atlet profesional bukan jalan hidup yang ingin ia paksakan kepada putrinya.

"Ya untuk jadi atlet profesional sih enggak ya," kata Kevin Sanjaya.

Risiko Besar di Balik Status Juara Dunia

Bagi mantan pemain nomor satu dunia tersebut, menjadi seorang juara membutuhkan pengorbanan luar biasa yang tidak mudah dijalani.

Ia menilai peluang seorang atlet untuk mencapai puncak prestasi sangat kecil dibandingkan jumlah pesaing yang harus dihadapi.

Baca Juga: Pendidikan Kevin Sanjaya Menantu Hary Tanoe yang Diangkat Jadi Bos MNC Vision, Belum S1?

Kevin memandang perjuangan fisik dan mental yang harus dilalui seorang atlet profesional memiliki risiko besar bagi masa depan.

"Ya saya sudah melewati semua perjalanannya dan pastinya sangat tidak mudah."

"Dan apa ya, juara itu kan (persaingannya) dari ribuan orang, mungkin jutaan orang cuma ada satu (juara)."

"Jadi ya risikonya terlalu lebih terlalu lebih besar," ujar peraih gelar All England 2018 tersebut.

Menurut Kevin, pengalaman panjang yang ia jalani sebagai atlet membuatnya memahami bahwa jalan menuju kesuksesan di olahraga profesional sangat berat dan penuh ketidakpastian.

Tetap Bebas Bermain Bulu Tangkis Sebagai Hobi

Load More