Sport / Balap
Rabu, 24 Juni 2026 | 13:02 WIB
MotoGP larang holeshot device mulai GP Belanda 2026 di Assen. GPC ubah aturan grid dan batasi motor demi keselamatan dan keseimbangan kompetisi. (X/antonio_bonini)
Baca 10 detik
  • Komisi Grand Prix melarang perangkat holeshot mulai GP Belanda 2026 untuk meningkatkan keselamatan dan keadilan kompetisi balap.
  • Pihak penyelenggara memperlebar jarak antarbaris dan antarpembalap di grid start mulai GP Jerman guna meminimalisir risiko kecelakaan.
  • Mulai musim 2028, MotoGP membatasi jumlah motor dan tim satelit per pabrikan untuk menjaga keseimbangan persaingan teknis.

Suara.com - MotoGP resmi memasuki babak baru setelah Komisi Grand Prix (GPC) memutuskan untuk melarang penggunaan perangkat holeshot mulai akhir pekan ini. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada seri MotoGP Dutch Grand Prix 2026 di Sirkuit Assen.

Keputusan ini menjadi bagian dari reformasi besar regulasi balap motor dunia yang berfokus pada peningkatan keselamatan sekaligus menciptakan persaingan yang lebih adil di lintasan.

Larangan Mendadak Perangkat Start

Pembalap Team Suzuki Ecstar Alex Rins memacu sepeda motornya saat sesi tes pramusim MotoGP 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Jumat (11/2/2022). [ANTARA FOTO/Andika Wahyu]

Perangkat holeshot, atau front ride-height device, selama ini digunakan pembalap untuk menurunkan posisi motor saat start demi mendapatkan akselerasi maksimal.

Menurut laporan resmi MotoGP, perangkat ini sebenarnya sudah masuk agenda penghapusan dalam regulasi musim depan. Namun, GPC memutuskan mempercepat larangan tersebut agar langsung berlaku mulai GP Belanda 2026.

Dengan keputusan ini, seluruh pembalap kelas utama tidak lagi diperbolehkan mengaktifkan fitur penurun suspensi depan saat lampu start padam.

Perubahan Besar di Grid Start

Selain pelarangan holeshot, GPC juga mengumumkan revisi pada tata letak starting grid yang akan mulai diterapkan di GP Jerman.

Jarak antarpembalap diperlebar dari 3 meter menjadi 4 meter, sementara jarak antarbaris meningkat dari 9 meter menjadi 12 meter. Meski demikian, format tiga pembalap per baris tetap dipertahankan.

Baca Juga: Mandalika Kembali Jadi Panggung MotoGP 2026, Indonesia Incar Efek Besar Pariwisata

Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko insiden beruntun di tikungan pertama yang kerap terjadi setelah start.

Regulasi Baru untuk Keseimbangan Kompetisi

Tidak hanya aspek teknis, GPC juga menyiapkan aturan jangka panjang terkait jumlah motor per pabrikan yang akan berlaku mulai musim 2028.

Setiap pabrikan nantinya hanya diperbolehkan menurunkan maksimal enam motor di grid, dengan syarat minimal ada lima pabrikan aktif dalam kejuaraan.

Aturan ini juga membatasi jumlah tim satelit, yakni maksimal dua tim di luar tim pabrikan utama.

Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya menjaga keseimbangan kompetisi, sekaligus mencegah dominasi satu merek tertentu di ajang MotoGP.

Load More