Sport / Arena
Senin, 29 Juni 2026 | 07:57 WIB
Arsip - Pebola voli tim nasional putra Indonesia Hernanda Zulfi mencoba memblok serangan dari timnas China dalam ajang Kejuaraan Voli Asia atau Asian's Mens Vollyball Championship 2023 yang berlangsung di Hall 2 Urmia, Iran, Sabtu (19/8/2023). (HO/Asians Mens Vollyball Championship 2023)
Baca 10 detik
  • Peringkat FIVB timnas voli putra Indonesia meroket ke posisi 43 dunia setelah menjuarai Asia.

  • Indonesia menumbangkan Korea Selatan tiga set langsung pada laga final di India.

  • Strategi pergantian pemain dari pelatih Reidel Toiran menjadi kunci utama kemenangan bersejarah.

Suara.com - Timnas voli putra Indonesia mengukir sejarah baru dengan menembus peringkat 43 dunia dalam ranking FIVB.

Lompatan besar ini diraih setelah skuad Garuda berhasil merebut takhta juara AVC Men Cup 2026.

Tambahan 9,75 poin dari laga final membuat posisi Indonesia melonjak 6 peringkat dari posisi semula.

Timnas Voli Putra Indonesia di SEA Games 2025. [Dok. IG voligram]

Kini anak asuh Reidel Toiran resmi masuk ke dalam jajaran 8 besar negara elite voli di zona Asia.

Keberhasilan ini sekaligus membuktikan kekuatan mental para pemain di tengah keraguan publik sebelum turnamen dimulai.

Indonesia mengunci gelar juara setelah menumbangkan tim kuat Korea Selatan lewat kemenangan mutlak 3 set langsung.

Laga pamungkas yang digelar di Veer Savarkar Sports Complex, India, berakhir dengan skor ketat 34-32, 25-16, dan 25-23.

Pelatih Reidel Toiran secara berani merombak susunan pemain inti dengan memasukkan Rama Fazza dan Putra Hidayatullah sejak awal.

Keputusan tersebut terbukti jitu karena mampu mengubah ritme permainan dan memecah konsentrasi pertahanan lawan.

Baca Juga: S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara

Langkah berani ini mendapat apresiasi besar karena mampu memberikan dimensi serangan baru bagi tim Merah Putih.

Asisten pelatih timnas voli putra Indonesia, Nur Widayanto, mengaku bersyukur atas pencapaian anak asuhnya yang dinilai berhasil menjawab keraguan banyak pihak.

"Alhamdulillah, serasa mimpi. Banyak orang yang meragukan tim ini, tetapi teman-teman menjawabnya dengan prestasi yang luar biasa, bahkan melampaui target federasi," ujar Nur Widayanto.

Skuad Garuda sempat tertekan pada set pertama akibat variasi servis keras yang dilancarkan oleh para pemain Korea Selatan.

Namun, keadaan berbalik sejak set kedua berkat servis agresif dari Boy Arnez Arabi dan Farhan Halim.

Kejelian dalam pergantian pemain menjadi kunci utama dalam meruntuhkan dominasi lawan pada momen-momen kritis pertandingan.

Sebelum turnamen ini dimulai, komposisi skuad Indonesia sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian pencinta voli tanah air.

Namun, gelar juara AVC Men Cup 2026 ini menjadi bukti konkret kebangkitan total bola voli nasional di level internasional.

Saat ini Indonesia berada di posisi ke-8 dalam peta kekuatan voli Asia, di bawah Jepang, Iran, Qatar, Korea Selatan, China, Bahrain, dan India.

Load More