Sport / Arena
Selasa, 30 Juni 2026 | 20:09 WIB
Konferensi pers Bhinneka Run 2026 (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)
Baca 10 detik
  • Bhinneka Run 2026 akan diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pada tanggal 4 Juli 2026 mendatang.
  • Acara ini menggabungkan olahraga, pertunjukan budaya, serta teknologi canggih untuk memfasilitasi pelari dalam tiga kategori lomba berbeda.
  • Panitia mengalokasikan hasil penjualan tiket untuk mendukung program pemenuhan nutrisi dan peningkatan literasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Suara.com - Ajang lari tidak lagi sekadar soal mengejar catatan waktu terbaik atau menjadi yang pertama mencapai garis finis. Konsep itulah yang diusung Bhinneka Run 2026, event lari yang akan berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 4 Juli 2026.

Mengangkat tema "Different Stories, One Finish Line", Bhinneka Run 2026 menghadirkan perpaduan olahraga, budaya, teknologi, dan aksi sosial dalam satu kegiatan.

Para peserta akan diajak menikmati sensasi berlari sambil merasakan keberagaman budaya Indonesia yang ditampilkan di sepanjang lintasan.

Suasana perlombaan akan semakin semarak dengan berbagai pertunjukan seni tradisional. Mulai dari alunan musik Angklung, Tanjidor, Jathilan, Tor-Tor, hingga Barongsai akan menghibur sekaligus menyemangati ribuan pelari yang mengikuti acara tersebut.

Panitia juga membuka tiga kategori lomba yang dapat dipilih sesuai kemampuan peserta, yakni 10 kilometer (10K), 5 kilometer (5K), dan 3 kilometer (3K).

Kategori 10K diperuntukkan bagi pelari yang ingin berkompetisi, sedangkan 5K cocok bagi mereka yang ingin menikmati pengalaman berlari. Sementara itu, kategori 3K dirancang untuk keluarga maupun peserta pemula.

Dari sisi teknologi, penyelenggara menggandeng MyLaps dengan sistem RFID untuk memastikan pencatatan waktu berlangsung akurat dan dapat dipantau secara langsung.

Selain itu, teknologi face recognition dari FotoYu juga akan memudahkan peserta mendapatkan dokumentasi selama berada di lintasan tanpa perlu mencari foto secara manual.

Tak hanya menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda, Bhinneka Run 2026 juga membawa misi sosial. Penyelenggara berkomitmen menyalurkan sebagian hasil penjualan tiket dan donasi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Tips Lari bagi Pemula yang Ingin Kuat Maraton Tanpa Beban

Sebanyak 30 persen dana akan digunakan untuk penyediaan bantuan nutrisi berupa susu dan buah-buahan. Sementara 70 persen sisanya dialokasikan untuk pengadaan buku sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi.

Ketua Penyelenggara Bhinneka Run 2026, M. Gilang Kartiko menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

"Bhinneka Run 2026 bukan sekadar ajang adu kecepatan atau mencari siapa yang tercepat mencapai garis finis," kata Gilang Kartiko dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

"Kami ingin menciptakan sebuah panggung di mana setiap pelari, dari latar belakang apa pun, merasa diterima dan dirayakan."

"Melalui tagline 'Different Stories, One Finish Line', kami ingin menyampaikan pesan bahwa meski kita memiliki perjalanan hidup dan cerita yang berbeda-beda, kita semua dipersatukan oleh semangat sportivitas dan rasa cinta terhadap Indonesia. Ini adalah perayaan kebhinekaan dalam denyut nadi lari yang sehat," jelasnya.

Selain menikmati pengalaman berlari yang unik, peserta juga berpeluang membawa pulang berbagai hadiah menarik.

Panitia menyiapkan lomba kostum bertema Semarak Budaya Nusantara dengan total hadiah uang tunai sebesar Rp15 juta untuk 15 pemenang.

Doorprize yang disediakan pun tak kalah menarik, mulai dari Garmin Forerunner 165, Shokz OpenRun, Xiaomi Smart Band Active, hingga berbagai voucher belanja.

Bahkan, satu peserta yang beruntung akan membawa pulang grand prize berupa satu unit mobil listrik.

Load More